Eudema berusia 47 tahun. Perjalanan masih panjang. Dengan sehati dan sejiwa, seluruh umat dipanggil untuk terus membangun Gereja yang hidup, mandiri, dewasa, dan penuh persaudaraan.
Inilah terjadinya mukjizat. Mulai dari hirupan nafas setiap detik dan terbukanya mata di pagi hari. Juga saat melihat kehadiran Tuhan dalam diri sesama.
Kehidupan sering terasa seperti perjalanan menyeberangi danau yang luas. Ada kalanya angin bertiup kencang, ombak menggulung tinggi, dan perahu kita terombang-ambing.