Bagi umat beriman, tantangannya bukan menghindari interaksi, tetapi menjaga hati agar tidak menyembah allah lain—baik berupa kuasa, popularitas, maupun kenyamanan.
Hati, sebagai sumber segala pikiran dan tindakan, secara aktif perlu dijaga. Mengapa? Menurut Markus 7:21-22, pertahanan diri dimulai dari dalam (hati).
Dia menunjukkan bahwa Allah itu datang mendekati umat manusia, terutama yang terluka dan terpinggirkan. Kuasa-Nya bukan untuk disimpan, tetapi untuk dialirkan.
Hidup ini adalah anugerah Tuhan dan mesti menjadi saluran berkat bagi sesama. Itulah yang kita baca dalam liturgi sabda hari ini (1 Raja-Raja 3:4-13 dan Markus 6:30-34)
Meski banyak orang tidak mau percaya, Yesus tetap melanjutkan karya-Nya dengan berkeliling dan mengajar. Dia datang untuk memberitakan kabar gembira yang menyelamatkan supaya orang percaya.