Katolikana.com - Matahari belum terbit, Ana kecil sudah bangun. Matanya masih terlihat sayu karena baru bangun tidur. Ana bergegas ke dapur untuk menyiapkan bekal untuk piknik dan rekoleksi. Di dapur Mama Ana dan Kakak Ana sedang sibuk!-->…
“DAMN you… little bastard.”
Suara itu meledak di kegelapan—bukan suara laki-laki, melainkan suaranya sendiri. Joane meronta, napasnya tersendat, seperti ada tangan tak terlihat yang menekan dadanya dari dalam.
“Joane… dengar aku.!-->!-->!-->!-->!-->…
Di Bekasi jua, bisik klaras kujawab lirih dan tuntas: "aku tak lebih dari klaras, namun kurasa derita-Mu tak henti mengirim balas. Aku hanya selembar klaras".
Oleh Stanley E. E. Tjoa
Katolikana.com—Pagi itu terang, tetapi tidak menyengat seperti biasanya. Awan menggantung tipis, seolah menahan panas agar tidak jatuh menimpa kepala. Tidak ada tanda-tanda hujan, hanya semacam teduh yang jarang!-->!-->!-->…
Katolikana.com—Tami duduk di bangku rumah sakit, memandangi sekelilingnya yang sibuk dengan suara orang berbicara, mesin yang berdetak, dan aroma antiseptik yang begitu khas.
Setiap Minggu, rutinitas ini tak pernah berubah. Tiara ibunya!-->!-->!-->…
SEJAK awal kuliah, aku belajar satu hal: jangan main-main dengan aturan. Mungkin aku tidak sepintar beberapa teman yang selalu bisa menjawab pertanyaan dosen dengan enteng, tapi aku yakin kedisiplinan bisa menjadi jalanku.
Usianya tak lagi muda, namun dedikasinya untuk mengajar tak bisa diragukan lagi. Tiga puluh tahun ia mengabdi menjadi guru. Tak terhitung berapa banyak murid yang ia bimbing.
Malam ini pintu rumahku diketuk seseorang. Seorang lelaki tua kira-kira berumur 73 tahun telah berdiri di depan pintu. Rambutnya yang putih terlihat karena sorot lampu dari dalam rumah. Kupersilahkan ia masuk.