Pagi itu, Labuan Bajo masih enggan bangun dari kantuknya. Matahari baru saja menyentuh atap-atap rumah, tapi suara dari dapur kecil di sudut gang sempit itu telah menghidupkan pagi.
udah tiga kali Perayaan Paskah kulewati di perantauan. Rasa amarahku pada ibu belum juga hilang, hingga kala itu ku putuskan pergi meninggalkan rumah dan ibu.
Sudah kubulatkan tekad untuk pulang mudik pada Lebaran tahun ini. Aku membeli sepeda motor baru meski aku harus membayarnya dengan mengangsur selama tiga tahun. Sepeda motor itu kini terparkir di depan rumahku dan siap membawa keluargaku…
Sebenarnya yang aku cari adalah kau, sosok bayangan yang selalu bersembunyi dalam pikiranku. Kau juga sering muncul dalam imajiku dan berkreasi dalam jemari membentuk aksara-aksara yang kadang sukar tuk kumengerti sendiri.