Pro Kontra Paus Fransiskus Ubah Doa Bapa Kami

Kaum Tradisionalis nampak kecewa dengan perubahan Doa Bapa Kami yang disetujui Paus Fransiskus.

0 675

Katolikana.com – Doa Bapa Kami telah menjadi doa yang dihafalkan oleh anak-anak Kristiani di seluruh dunia. Namun, saat ini Paus Fransiskus menyetujui adanya perubahan pada kata-kata dalam doa tersebut. Tindakan Paus ini beresiko mendatangkan kemarahan dari para tradisionalis.

Bapa Paus menyetujui untuk mengubah kalimat “janganlah membawa kita ke dalam pencobaan”, dengan kalimat baru, yakni “jangan biarkan kita jatuh ke dalam pencobaan”.

Bulan lalu, kata-kata baru tersebut juga telah disetujui Majelis Umum Konferensi Episkopal Italia. Doa Bapa Kami versi terbaru ini akan muncul dalam edisi ketiga dari Messale Romano, buku liturgi yang berisi teks panduan untuk massa di gereja Katolik Roma.

Paus mengatakan pada 2017 dia percaya kata-kata itu harus diubah.

“Ini bukan terjemahan yang baik karena berbicara tentang Tuhan yang mendorong godaan,” katanya kepada TV Italia, seperti dilansir dari laman theguardian.com, Kamis, 6 Juni 2019, waktu setempat.

Paus menambahkan, aku yang jatuh, bukan Dia yang mendorong saya ke dalam godaan untuk kemudian melihat bagaimana aku telah jatuh.

“Seorang ayah tidak melakukan itu, seorang ayah membantu Anda untuk segera bangun. Setanlah yang menuntun kita ke dalam pencobaan – itulah bagiannya,” kata Paus.

Menurut Alkitab, Yesus mengajarkan kata-kata itu kepada murid-muridnya ketika mereka bertanya kepadanya bagaimana mereka harus berdoa.

Beberapa telah menyatakan keprihatinan tentang perubahan pada kata-katanya. Meredith Warren, seorang dosen dalam studi Alkitab dan Agama di Universitas Sheffield, mengatakan versi baru Doa Bapa Kami berusaha untuk menghindari yang tersirat bahwa Tuhan terlibat dalam kejahatan.

“Tetapi dengan melakukan hal itu, Paus tidak hanya mengabaikan banyak contoh Alkitab di mana Allah bekerja dengan iblis untuk menggoda para pengikutnya dan bahkan putranya sendiri. Versi yang baru sebenarnya bertentangan dengan makna yang jelas dari bahasa Yunani dari teks Injil,” kata Warren.

Setelah para uskup Fransiskus mengubah kata-kata itu pada tahun 2017, Philip Lawler, editor Catholic World News, sebuah situs konservatif, mengatakan perubahan itu “sangat mengecewakan” karena doa itu sudah mendarah daging.

“Paus Francis telah membuat kebiasaan mengatakan hal-hal yang membuat orang bingung, dan ini adalah salah satunya,” katanya kepada New York Times.

Ia melanjutkan, perubahan doa Bapa Kami itu hanya akan membuatmu bertanya-tanya.

Gereja Katolik di Inggris dan Wales mengatakan tidak memiliki rencana segera untuk mengubah kata-katanya.

“Doa Tuhan telah diubah dalam bahasa Italia – saat ini tidak ada rencana untuk mengubahnya dalam bahasa Inggris,” kata seorang juru bicara.

Setiap bahasa, kata dia, akan dipelajari untuk melihat makna dan pemahaman spesifik dari bahasa tersebut.

“Saya yakin akan ada konsultasi dengan negara-negara berbahasa Inggris,” tutur juru bicara tersebut.

Terkait dengan doa Bapa Kami, para penganut Anglikan dapat memilih antara versi doa tradisional dan versi kontemporer, tetapi keduanya menyertakan kata-kata “janganlah membawa kita ke dalam pencobaan”.

Bapa Paus menyetujui untuk mengubah kalimat “janganlah membawa kita ke dalam pencobaan”, dengan kalimat baru, yakni “jangan biarkan kita jatuh ke dalam pencobaan”.

Penulis: Elisabeth Yenny Hardiyanti

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.