Dari Doa Turun Aksi, Suster-suster di Timor Melawan Covid-19 (Bagian 1)

Aksi solidaritas para biarawati melawan Covid-19 di Belu, NTT.

0 131

Katolikana.com – Pandemi Virus Corona (Covid-19) melanda hampir 200-an negara di dunia, termasuk Indonesia, telah membawa dampak sangat besar bagi tatanan kehidupan di berbagai bidang kehidupan. Pandemi juga berdampak pada kehidupan kaum biarawan dan biarawati di dalam biara.

Komunitas Santa Theresia Halilulik adalah komunitas Biara Induk SSpS Timor yang berada di desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur pun terdampak Covid-19. Setelah kami mendapat surat pemberitahuan resmi dari otoritas Gereja setempat, Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr agar semua umat wajib mengikuti himbauan pemerintah mematuhi protap kesehatan, yaitu menjaga jarak, memakai masker, rajin cuci tangan. Protap kesehatan itu mesti dilakukan karena penyebaran wabah Corona semakin meluas, praktis rutinitas dan irama kehidupan dalam biara kami pun berubah drastis.

Aturan harian yang biasa rutin kami lakukan seperti pertemuan bersama, bacaan rohani, latihan lagu bersama, rekoleksi bersama, sharing Kitab Suci bersama dan segala acara komunitas yang melibatkan banyak suster kami tiadakan demi keselamatan dan penerapan kebijakan penanganan Covid-19.

Komunitas biara Santa Theresia Halilulik terdiri dari 53 Suster Profes dan 22 Suster Novis. Ini jumlah yang cukup besar maka untuk sementara doa bersama para dengan Novis pada hari Sabtu dan Minggu, juga kami tiadakan. Duduk di kapela pun diatur dengan jarak 1-2 meter. Bangku duduk yang biasanya ditempati dua atau tiga suster menjadi satu orang demi menjaga jarak dan selalu mengenakan masker dalam kegiatan peribadatan. Misa setiap hari yang dilayani oleh pastor paroki dan pastor rekan secara bergilir terpaksa dihentikan karena mengikuti himbauan uskup untuk misa live streaming.

Apa yang kami semestinya kami buat untuk menyikapi situasi dunia yang sangat memprihatinkan dan berduka saat ini. Memang kehidupan doa adalah rutinitas kami setiap hari dari bangun pagi sampai malam, dan kami pun bersepakat untuk meningkatkan intensitas doa kami lebih khusus pada situasi dunia yaitu pandemi Covid-19.

Sejak 23 Maret 2020 kami mewajibkan diri untuk setia bersembah sujud satu jam di depan Sakramen Mahakudus (ADORASI) mulai pukul 18.00-19.00. Doa-doa kami dari pagi hingga malam, baik bersama maupun pribadi, kami fokuskan untuk mendoakan situasi wabah virus corona, untuk tim medis, pemerintah, dan pihak keamanan dan siapa pun yang menjadi garda terdepan memerangi wabah Covid-19.

 

Para suster komunitas St. Theresia Halilulik menjahit masker di biara. Foto: Komunitas St. Theresia Halilulik.

 

Aksi Solidaritas

Sejak akhir Maret hingga April wabah virus corona semakin merajalela dan menelan banyak korban. di berbagai wilayah di Indonesia Melihat perkembangan meluasnya wabah virus corona juga dengan persediaan APD (masker) yang terbatas bahkan sangat kurang di daerah kami, Kabupaten Belu.

Kami pun bersama-sama bahu-membahu menjahit ribuan masker untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Belu dan sekitarnya dengan sasaran utama pada masyarakat yang selalu melakukan aktifitas di luar rumah. Aksi tanggap covid ini mendapat respon yang sangat luarbiasa dari aparat desa dan kecamatan.

“Kami sangat berterimakasih kepada para suster yang sudah bergerak lebih dahulu menjumpai kami dan membagikan masker-masker kepada masyarakat. Terus terang sampai detik ini belum ada pihak pemerintah yang turun membagi masker kepada kami masyarakat kecil ini. Apalagi kami di kampong dilarang untuk keluar rumah, kami kesulitan mendapatkan masker sebagai pelindung diri kami,” ungkap seorang bapa yang kami jumpai di rumahnya saat kami membagi masker dari rumah ke rumah.

Aksi solidaritas tanggap Covid 19 ini muncul dari keprihatinan kami akan perkembangan wabah virus corona yang semakin meluas dan mematikan banyak orang di seluruh dunia. Aksi ini juga sebagai wujud kepedulian dan sebagai upaya keterlibatan kami untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

 

Suster-suster menyiapkan paket sembako dalam aksi solidaritas. Foto: Komunitas St. Theresia Halilulik.

 

Selain membagi masker-masker kami juga membagi sembako kepada warga masyarakat yang terdampak covid- 19 dengan sasaran para lansia dan penderita cacat. Aksi berbagi ini juga dari rasa kepedulian kami terhadap masyarakat yang terkena dampak virus corona. Apalagi wilayah Belu khususnya dan NTT pada umumnya mengalami gagal panen pada tahun ini. Banyak masyarakat kami yang menderita kelaparan.

Editor: Basilius

 

Pemimpin Komunitas Biara SSpS St. Theresia Halilulik, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur

Leave A Reply

Your email address will not be published.