Tradisi Ephiphany di Austria dan Natal di Ukraina

0 91

Katolikana.com–Dua belas hari sesudah Natal, tepatnya setiap 6 Januari 2021, berdasar kalender liturgi, Gereja Katolik Roma akan merayakan Ephiphany atau biasa disebut juga Hari Raya Tiga Raja (dari Timur) atau Hari Raya Penampakan Tuhan.

Perayaan ini dilakukan untuk memperingati bagaimana tiga raja (orang-orang Majus) yang diutus Herodes untuk melihat bayi Yesus. Perhitungan ini berdasar penggunaan kalender Gregorianus.

Berbeda dengan Gereja Katolik Orthodox yang menggunakan kalender Julianus, mereka merayakan Natal pada tanggal 7 Januari 2021, sehingga Ephiphany dirayakan pada 19 Januari 2021. Maka setiap 6 Januari ketika umat Katolik Roma merayakan Ephiphany, maka umat Katolik Orthodox akan merayakan malam vigili Natal.

Apa yang terjadi di Austria pada perayaan Ephiphany dan apa yang terjadi di Ukraina pada perayaan malam Natal di tahun 2021 ini?

Tradisi Ephiphany di Austria
Austria memiliki tradisi unik untuk merayakan Ephiphany. Ada kegiatan yang dinamakan Sternsinger (penyanyi bintang), di mana anak-anak dan remaja akan berpakaian ala raja-raja (orang Majus) dan berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyanyikan lagu-lagu pujian serta menyampaikan doa-doa dan harapan bagi tuan rumah.

Mereka dibagi dalam kelompok. Umumnya per kelompok terdiri dari empat orang, masing-masing berperan sebagai Melkhior, Baltasar, Gaspar dan bintang. Tidak ketinggalan pula mereka akan membawa tiga macam kotak persembahan untuk menggambarkan apa yang dahulu dibawa oleh tiga raja ketika menjenguk bayi Yesus.

Tiga kotak persembahan itu ialah emas (sebagai logam mulia, untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja dari segala raja), kemenyan (biasa dipakai dalam ibadat di Bait Allah, untuk menunjukkan bahwa Yesus patut disembah) dan mur (untuk menunjukkan bahwa Yesus akan menderita dan mengalami kematian).

Kelompok Sternsinger dari Erlöserkirche, Vienna.

Pada setiap rumah yang dikunjungi, tuan rumah akan memberikan sejumlah uang. Keseluruhan dana yang dikumpulkan oleh anak-anak ini akan digunakan untuk aksi sosial.

Seluruh dana yang terkumpul di seluruh wilayah Austria dari kegiatan Sternsinger ini dikelola oleh organisasi yang bernama Dreikönigsaktion (drei = tiga; königs = raja-raja; aktion =aksi).

Organisasi Dreikönigsaktion didirikan sejak 1954. Saat itu, berhasil terkumpul dana sebesar 3.000 (tiga ribu) Euro. Di tahun 2020, kegiatan Sternsinger berhasil mengumpulkan dana sejumlah 18.000.000 (delapan belasco juta) Euro. Tahun 2021 sejumlah 84.000 anak dari seluruh Austria berpartisipasi dalam kegiatan Sternsinger.

Anak-anak yang berperan serta sebagai Sternsinger bersama pengurus Dreikönigsaktion

Dana yang terkumpul dikelola oleh Dreikönigsaktion untuk berbagai proyek sosial di Asia (Papua New Guini, Myanmar, Filipina, India), Afrika (Afrika Selatan dan Kenya), Amerika Latin (Brasil) dan beberapa negara lainnya.

Proyek sosial yang dilakukan antara lain untuk membantu pembiayaan fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak juga proyek pelatihan ketrampilan bagi perempuan-perempuan yang terjerat masalah prostitusi.

Pemberkatan Rumah (Chalk Blessing)

Seorang anak sedang menuliskan berkat pada dinding rumah.

Selain kegiatan Sternsinger, juga dilakukan tradisi pemberkatan rumah. Kelompok Sternsinger yang mengunjungi rumah-rumah juga akan membawa kapur yang telah diberkati serta stiker yang bertuliskan 20*C+M+B+21. Selanjutnya kepala keluarga akan memberkati rumah dengan memerciki setiap ruangan dengan air suci dan menuliskan pada setiap pintu 20*C+M+B+21.

Angka 20 dan 21 menunjukkan tahun 2021. Angka yang dituliskan tentunya akan berubah setiap tahunnya menyesuaikan tahun saat itu. Sedangkan CMB merupakan singkatan Christus Mansionem Benedicat, yang berarti Kristus memberkati rumah ini.

Setelah memerciki seluruh bagian rumah dan menuliskan pada setiap pintu, selanjutnya ditempelkan stiker yang juga bertuliskan 20*C+M+B+21. Hal ini dimaksudkan agar tulisan tidak mudah terhapus hingga tahun berikutnya.

Perayaan Natal Katolik Orthodox di Ukraina
Pada tanggal 6 Januari 2021 malam, umat Katolik Orthodox di Ukraina akan merayakan malam Natal. Mereka memiliki upacara santap malam yang khas, di mana harus tersedia 12 jenis makanan berbeda dan tidak boleh ada makanan dari daging hewan.

Semua makanan harus merupakan olahan sayur dan buah. Selain itu ada roti khas yang juga disantap, yaitu krapfen. Krapfen merupakan roti bulat yang ditaburi tepung gula.

Krapfen – roti manis yang biasa dimakan dalam Perayaan Natal di Ukraina

12 jenis makanan dalam Perayaan Natal Katolik Orthodox di Ukraina.

Biarawati Suster-suster Misi dari Sang Penebus Maha Kudus (MSsR), tinggal di Wina, Austria.

Leave A Reply

Your email address will not be published.