Mengenang RD Didik Bagiyowinadi: Sang Ahli Teologi Kitab Suci

Ia baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Loyola School of Theology, Manila, Filipina. Imam menjadi inspirasi bagi banyak kalangan di Keuskupan Malang.

0 143

Katolikana.com – Kabar duka datang dari Keuskupan Malang pada Minggu (28/2/21) atas wafatnya RD Dr. F.X. Didik Bagiyowinadi, Imam Diosesan Keuskupan Malang, Ahli Teologi Kitab Suci, dan Dosen Teologi di STFT Widya Sasana. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19.

Romo Didik-sapaan akrabnya, lahir di Sukoreno, Jember, Jawa Timur pada 17 Desember 1974. Dithabiskan menjadi Imam Diosesan di Katedral Ijen, Malang pada 5 September 2002.

Pada 5 September 2020 lalu tepat Hari Ulang Tahun Imamatnya ke-18 bersama teman seangkatannya, Romo Ignatius Adam Suncoko, Pr  dan Romo Laurentius Prasetyo, CDD.

Tahun 2002 -2006, ia menjadi pastor rekan di Paroki St. Albertus de Trapani – Blimbing Malang, Jawa Timur. Setelah mendapat licensiat Kitab Suci dari Institut Biblicum – Roma tahun 2010, ia ditugaskan sebagai staf dosen pengajar STFT Widya Sasana sekaligus staf pembina Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang.

IG: Infokeuskupanmalang

Romo Didik baru saja menyelesaikan studi doktoral di Loyola School of Theology, Manila – Filipina.  Sekitar bulan Januari 2021 ia kembali ke Tanah Air.

Ia juga menjadi penulis produktif. Karya-karya bukunya antara lain, Katekese Persiapan Krisma- Siap Diutus (Dioma,2001), Seri  Merpati Kecil – Fauna dalam Alkitab (Dioma,2001), Di Tengah Berbagai Angin Pengajaran (Dioma,2005), Seri Biji Sesawi – Flora dalam Alkitab (Dioma,2005), dan sejumlah buku lainnya.

Romo Didik juga aktif terlibat dalam pendampingan pastoral kepada anak – anak, remaja, hingga OMK terutama dalam hal mencintai Kitab Suci. Hal ini tampak tidak hanya dari hasil karya tulisannya, tapi keterlibatan aktifnya dalam pembinaan bersama Tim Komisi Kerasulan Indonesia(KKI) Keuskupan Malang.

Di bawah Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) Keuskupan Malang, ia juga pernah menjadi penanggung jawab Renungan Harian Anak Pelangi Kasih. Tujuannya menerbitkan buku Renungan Harian Pelangi Kasih begitu sederhana namun mulia. Ia hanya ingin anak – anak setiap hari bisa membaca dan mencintai Kitab Suci sejak dini. Ia selalu terbuka mengajak  siapapun bergabung dalam Tim Penulisan Renungan Anak Pelangi Kasih.

Suster Rosa CP, salah satu orang yang menjadi anggota tim penulisan itu mengungkapkan kesan mendalam atas kepergian Romo Didik. Berikut kesannya yang ia tulis dalam status whatsapp, setelah menerima kabar meninggalnya Romo Didik.

Seorang figur sederhana dan rendah hati, manusia yang jenius yang bagiku sangat patut diteladani. Benaku kembali ke tahun-tahun KGP dan KGN tentang Sinoptik, tentang petualangan ribuan tahun lalu nanti imajinatif atas hidup St. Paulus, bagaimana Korintus dan Kolese, indahnya panorama yang beliau sajikan dan masih sangat jelas terpatri dalam ingatan. Tentang Perjanjian Baru yang waktu itu beliau kisahkan dengan sangat baik dan janji itu telah beliau penuhi sekarang, tentang semua yang keluar dari pribadi pintar namun rendah hati. Merasa kehilangan itu pasti, entah mengapa, he’s my ispiration. Belum lamai Romo kembali ke tanah air, sekarang romo kembali ke tanah air abadi. Terima kasih untuk semuanya, ajaran Romo tentang Injil Sinoptik.

 

 

Ajarannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang berani keluar dari zona nyaman, pribadi yang teruka dan membaur dengan Umat Allah, mewartakan Injil dengan menulis renungan Pelangi Kasih untuk anak dan beliau berkata kami bisa, percuma kalau punya bakat tapi tidak dikembangkan, nanti bakat itu akan diambil Tuhan lagi. Di dunia ini tidak ada yang kebetulan, Tuhan memberikan hujan kepada orang baik dan jahat. Semua kita mendapatkan hal yang sama. Setiap kali beliau berkata berdasarkan Kitab Suci dan penjelasannya tentang KS pun tidak pernah membosankan, akan selalu menarik. Selamat jalan Romo Didik Bagiyowinadi, Pr. Rm sudah memenangkan pertandingan menuju kebahagiaan abadi. Romo sudah menyelesaikan tugas di dunia.

 

 

Ia selalu dengan rendah hati, tekun, setia, dan penuh kasih berbagi ilmunya dan membimbing dalam mendalami Kitab Suci ketika pertemuan  Tim Penulisan Renungan Anak Pelangi Kasih. Sebagai salah satu kontributor yang terlibat dalam Tim Penulisan Renungan Anak Pelangi Kasih, saya begitu merasakan bahwa Romo Didik adalah salah satu Imam yang bukan hanya sekedar mendengar, mempelajari, lalu berbicara mengenai Kitab Suci tapi ia mampu mencintai dan menjadi pelaku Sabda Suci itu sehingga mampu menginspirasi dan memberi teladan pada sesamanya.

Berita wafatnya RD Dr. F.X. Didik Bagiyowinadi di grup whatsapp dan media sosial telah mengejutkan dan menjadi dukacita teramat dalam, khusunya bagi umat Keuskupan Malang. Mulai dari anak – anak, remaja, OMK, serta berbagai pihak lainnya yang pernah mengenal, berjumpa, maupun terlibat dalam karya pastoral bersama beliau mengungkapkan rasa simpati dan empatinya melalui ungkapan dukacita mendalam karena begitu kehilangan sosok atau pribadi Imam yang baik,ceria, ramah, bijaksana,penuh totalitas,  cerdas dan rendah hati.

 

Novi Engga, anggota OMK Pamekasan menuliskan kenangannya di status whatsappnya seperti ini, “Dari Romo, Engga belajar banyak hal, apa itu KKI, Bina Iman, menulis Pelangi Kasih, segala hal yang Engga tekuni sekarang ini semua diasjarkan oleh Romo Didik. Terima romo sudah menjadi guru, sahabat, motivator kami. Romoooo, Engga belum cerita tentang Resapi, kok romo sudah pergi meninggalkan kami…”

Tidak hanya itu, dalam media sosial banyak memori kenangan indah, kesan dan pesan baik dari berbagai pihak untuk mengenang Romo Didik Pr.

Kini dalam usia 46 tahun, Ahli Teologi Kitab Suci Keuskupan Malang itu telah berpulang menjumpai Sang Sabda Ilahi yang dicintainya selama ini di Surga dengan kesetiaan sebagai Imam Diosesan.

REQUIESCAT IN PACE  RD Dr. F.X. Didik Bagiyowinadi. Beristirahatlah dalam Damai Tuhan dan Doakan kami yang masih berjuang dalam peziarahan ini. Semoga kami mampu melanjutkan teladan dan karya baik Romo.

Berikut misa requiem yang dilaksanakan pada 1 Maret 2021 yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm, bisa disaksikan di channel You Tube Komsos Malang, berikut linknya: https://www.youtube.com/watch?v=YdQHeKOpfzg&feature=youtu.be

Laporan: Yolanda Aprilia

Editor: Basilius Triharyanto

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.