Berkunjung ke Basilika Santo Eustachius di Roma, Italia

Mereka Dimasukkan ke Bejana Besi dan Dipanggang Hidup-hidup

0 17

Katolikana.com—Santo Eustachius semula bernama Placidus. Dia seorang tentara Romawi dengan pangkat magister militum atau setaraf Jenderal.

Placidus sangat terkenal pada era kekaisaran Traiano. Dia seorang tentara yang hebat dan mendapatkan banyak penghargaan karena memenangkan peperangan di Persia atau Asia Kecil.

Suatu kali, saat berburu di bukit Mentorella,  Placidus melihat seekor rusa besar yang hendak ia buru. Tiba-tiba di atas bukit, rusa itu berhenti dan melihat ke Santo Eustachius.

Lukisan yang menggambarkan ketika Placidus didatangi oleh Yesus ketika sedang berburu. Foto: unangelo.it

Di antara tanduk rusa itu terlihat sebuah salib berkilau dan terdengar suara Yesus: ”Placidus mengapa engkau memburu Aku? Akulah Yesus yang kau hormati tanpa kau sadari itu!”

Tiba di rumah Placidus mengisahkan pengalaman itu ke istrinya. Rupanya istrinya juga melihat penampakan yang sama.

Akhirnya Placidus mendatangi Uskup dan meminta dibaptis serta mengubah namanya menjadi Eustachius.

Setelah dibaptis istrinya mengubah nama menjadi Teopista dan kedua anak laki-lakinya dinamakan Agapio dan Teopisto.

Imannya Diuji

Saat kembali ke bukit Mentorella, lagi-lagi Santo Eustachius mendengar suara yang mengatakan bahwa imannya akan diuji dan ia harus bersabar.

Setelah itu, datanglah kesulitan-kesulitan besar. Para pelayan meninggal karena wabah. Harta bendanya dicuri orang. Santo Eustachius memutuskan untuk mengungsi ke Mesir.

Karena tak punya cukup biaya dalam perjalanan keluarganya pun terpisah. Istrinya dilarikan oleh nahkoda kapal. Kedua anak laki-lakinya diculik binatang buas, tetapi diselamatkan oleh penduduk dan dibesarkan tanpa kenal satu sama lain.

Keluarga ini bersatu kembali 15 tahun kemudian saat Santo Eustachius diundang kembali oleh Kaisar Traiano untuk mengabdi dalam suatu peperangan penting.

Santo Eustachius. Foto: ursumcorda.cloud

Dihukum Mati

Pada era Kaisaran Adriano (117-138) atau Kaisar setelah Kaisar Traiano, Santo Eustachius menolak saat diminta untuk menyembah dewa pagan.

Saat diketahui bahwa Santo Eustachio sekeluarga adalah pengikut Kristus mereka akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Semula mereka dibawa ke Colosseum untuk diadu dengan binatang buas tetapi mereka berhasil mengalahkan binatang buas itu.

Karena tidak meninggal, mereka akhirnya dimasukkan ke dalam bejana besi berbentuk kerbau liar atau banteng dan mereka dipanggang hidup-hidup sampai mati.

Oratorium Pertama di kota Roma

Raja Konstantin I memberikan kebebasan kepada umat Kristiani untuk beribadah. Ia juga mengijinkan Kekristenan menjadi ajaran yang diterima di Kerajaan Romawi. Raja Konstantin I menjadi pengikut Kristus berkat ibunya Ratu Helena.

Atas inisiatif Raja Konstantin, taman di rumah Santo Eustachius diubah menjadi oratorium atau tempat doa pertama bagi umat kristiani.

Santo Filipus Neri—pendiri Serikat Oratorian Neri—menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit untuk berdoa dan memberi inspirasi mendalam untuk misi dan karyanya di kota Roma.

Bukit di Mentorella tempat Santo Eustachius disapa oleh Yesus didirikan sebuah kapel oleh Raja Konstantin I dan diresmikan oleh Paus Silvester I.

Bukit itu selanjutnya dijadikan tempat ziarah dengan nama Santuario Bunda Pengantara Segala Rahmat.

Lukisan tentang penganiyaan yang dialami keluarga Eustachius. Mereka dimasukkan ke dalam bejana besi berbentuk kerbau liar dan dipanggang hidup-hidup sampai mati. Foto: sursumcorda.cloud

Pembangunan Basilika Santo Eustachius

Menurut cerita, rumah Santo Eustachius semula dibangun di atas termal nerone atau tempat pemandian dari raja Nero.

Catatan tentang gereja ini baru muncul pada abad X dan XI. Berdasar  informasi tersebut, gereja ini dibangun pada  abad VII, tepatnya pada era Paus Leone III.

Waktu itu Basilica Santo Eustachius digunakan sebagai pusat pelayanan orang-orang miskin di kota Roma.

Pada era Paus Celestino III, tepatnya tahun 1195, oratorium diperbesar dan ditambahkan menara lonceng. Basilika Santo Eustachius mulai dibenahi ulang pada abad XVII dan selesai pada abad  XVIII.

Basilika Santo Eustachius

Lokasi basilika ini berada di pusat kota Roma, tak jauh dari berbagai objek wisata populer lainnya. Objek wisata terdekat dari basilika ini adalah Pantheon.

Dengan transportasi publik dari pusat kota Roma, ada banyak sekali pilihan bis untuk sampai ke lokasi.

Anda dapat mengambil bis dari pangkalan besar bis yang disebut stazione termini ke jurusan Basilika Santo Petrus dan turun di perhentian Tor Argentina, lalu berjalan mengikuti tanda ke Pantheon.

Jurusan lain bisa mengambil bis apa saja yang berhenti di Via del Corso. Dari situ Anda mencari tanda menuju Pantheon.

Cafe Sant Eustachio. Foto: tripadvisor.it

Basilika Santo Eustachius dibuka pukul 08.00-12.00 dan pukul 16.00-20.000.

Pada bulan Agustus biasanya basilika ini ditutup untuk perawatan. Misa harian diadakan pukul 18.00 dan Misa hari Minggu pukul 12.00 dan 18.00

Objek lain yang tak boleh diabaikan sebagai seorang wisatawan adalah menyeruput kopi di cafe Sant’Eustachio yang berada di depan basilika dan dikenal sebagai The Best Coffee in Rome.

Untuk berziarah virtual ke Basilika Santo Eustachius Anda bisa menyaksikan video ini:

 

Pemandu Asli Semarang

Leave A Reply

Your email address will not be published.