Korban Badai Siklon Tropis di NTT: Warga Adonara Butuh Segera Makanan, Pakaian, Obat-obatan

Di Adonara, banjir menerjang permukiman warga tiga paroki; Paroki Kristus Raja Waiwerang, Paroki St. Bernadeth Pukaona, dan Paroki Santa Maria Hati Tak Bernoda Baniona.

0 194

Katolikana.com – Badai Silkon Tropis Seroja meluluhlantakkan Nusa Tenggara Timur pada Minggu (4/4/2021). Badai berkekuatan hingga sekitar 85km/jam itu menyebabkan banjir bandang, longsor, dan merusak bangunan dan rumah.

Salah satu daerah yang diterjang banjir bandang yang hebat adalah wilayah Kabupaten Flores Timur, yang mengakibatkan puluhan warga dari Kecamatan Ile Boleng, Adonara, dan Wotan Ulumado menjadi korban.

Data dari SMC Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin sore (5/4/2021) menyebutkan jumlah korban mencapai 119 orang, dengan 68 orang di antaranya meninggal dunia.

Pastor Dekanat Adonara, Lasarus Laga Koten, dihubungi oleh Katolikana pada Senin malam (5/4/21), mengatakan, di wilayah Kecamatan Adonara, titik terdampak banjir bandang terjadi di Kelurahan Waiwerang, Pukaona, dan Baniona.

 

Situasi akibat banjir bandang di Waiwerang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. (Foto: Katolikana/Romo Lasarus Laga Koten)

 

Lasarus mengungkapkan warga yang tengah diungsikan ke tempat tinggal yang lebih aman saat ini membutuhkan saluran bantuan,  terutama makanan, obat-obatan, pakaian, dan air bersih untuk minum dan mandi.

Dia juga mengatakan, warga yang terdampak paling parah tinggal di permukiman bantaran-bantaran Sungai Waiwerang. Sedikitnya hingga kini, kata Lasarus, tujuh orang warga Waiwerang ditemukan meninggal dunia. Adapun warga yang tinggal di Pukaona terkendala kelangkaan air bersih.

“Rumah-rumah di bantaran kali sudah habis (diterjang banjir). Tidak saja dari umat Katolik, tapi juga Muslim dan Protestan,” katanya.

Dihubungi terpisah, Pastor Kepala Paroki Kristus Raja Waiwerang, Wilem Atawolo, mengatakan, banjir menerjang permukiman warga pada tiga paroki, yaitu Paroki Kristus Raja Waiwerang, Paroki St. Bernadeth Pukaona, dan Paroki Santa Maria Hati Tak Bernoda Baniona.

Bencana banjir bandang di Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. (Foto: Katolinana/ RD Wilem Atawolo)

 

Wilem mengungkapkan, warga kesulitan menyelamatkan diri dan banyak yang terjebak arus air yang deras karena banjir terjadi malam hari. Warga yang selamat mencoba melindungi diri dengan menumpang di rumah keluarga kerabat mereka yang tidak terdampak banjir. Sebagian lainnya memanfatkan ruangan sekolah dan jalan-jalan umum.

Wilem mengatakan, sore ini, beberapa posko pengamanan juga telah didirikan oleh pemerintah Kecamatan Adonara dan Kabupaten Flores Timur.

“Namun mereka lebih nyaman di rumah keluarga dan tempat umum karena memungkinkan mereka bisa berkumpul, bukan sendiri-sendiri,” tutur Wilem.

 

Bencana banjir bandang di Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. (Foto: Katolinana/ RD Wilem Atawolo)

Pihak BNPB masih terus memantau hasil pencarian korban lainnya. Hingga pukul 17.00 Wita hari ini, di Kecamatan Ile Boleng sebanyak 44 orang sudah ditemukan dari 56 orang yang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu di Kecamatan Adonara, pencarian masih dilakukan terhadap 2 orang lain yang hanyut terseret banjir. Adapun di Kecamatan Wotan Ulumado, 3 orang warga berhasil dievakuasi.

Penulis: Robertus Rony Setiawan

Editor: Basilius Triharyanto

Jurnalis, penulis, dan pekerja kreatif, tinggal di Jakarta

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.