10 Perempuan Inspiratif Sepanjang Sejarah Gereja

Mengalami Hidup Luar Biasa Setelah Berjumpa dengan Kristus

0 18

Katolikana.com—Kehadiran santa-santa dalam sejarah Katolik, selain menambah pengetahuan mengenai orang suci, juga menginspirasi kita untuk menjalani hidup menggereja.

Katolikana menampilkan 10 sosok perempuan inspiratif. Mereka merupakan perempuan biasa, namun mengalami hidup yang luar biasa setelah perjumpaan dengan Kristus.

Adakah nama santa pelindungmu di daftar sosok perempuan inspiratif?

1.Bunda Maria

Santa Maria. Foto: saintmarysanglican.ca

Tak ada yang mampu menggambarkan betapa besar kasih yang ditunjukkan Bunda Maria kepada Yesus Sang Putra maupun kepada umat manusia.

Sebagai sosok penting dalam iman Katolik, Bunda Maria telah memperlihatkan ketaatan dan iman sejati dengan melahirkan dan membesarkan Yesus dan setia kepada-Nya sampai wafat-Nya di kayu salib.

Bunda Maria sering menampakkan dirinya dengan membawa pesan-pesan pertobatan dan perdamaian bagi umat manusia.

2.Santa Teresa dari Kalkuta

Santa Teresa. Foto: katolisitas.org

Pengabdiannya yang fenomenal pada kaum termiskin di Kalkuta telah menyentuh hati banyak orang. Tak heran jika Bunda Teresa diangkat sebagai pahlawan kemanusiaan dan meraih Nobel Prize perdamaian tahun 1979.

Agnes Bojaxhiu, nama kecil Santa Teresa, mulai merasakan panggilan hidupnya di usia 12 tahun. Ia memutuskan menjadi suster di usia 18 tahun dan pergi ke Irlandia untuk bergabung dengan Kesusteran Loreto di Dublin. Di sini, Agnes mengubah namanya menjadi Maria Theresa karena terinspirasi oleh Santa Theresia dari Lisieux.

3.Santa Faustina

Santa Faustina. Foto: serviteursdelamisericorde.org

Penulis diari yang sangat rinci mengenai penglihatan dan pernyataan Tuhan Yesus mengenai pesan dan tampilan Kerahiman Ilahi ini membawa banyak umat Katolik menjadi pengikut setia doa Koronka dan Kerahiman Ilahi.

Meski awalnya Santa Faustina ditanggapi secara skeptis ketika dia menyampaikan pesan Kerahiman Ilahi, kesetiaannya untuk melewati permasalahan-permasalahan akibat mewartakan penglihatannya merupakan contoh iman sejati kepada  Tuhan Yesus.

4.Santa Bernadeta

Santa Bernadet. Foto: pinterest.com

Santa Bernadeta Soubirous atau Santa Bernadeta dari Lourdes masih berusia 14 tahun ketika pertama kali melihat penampakan Bunda Maria tahun 1858.

Kendati awalnya dicemooh oleh penduduk kampong, pemuka gereja dan bahkan keluarganya sendiri, Santa Bernadeta tetap bersikukuh dengan kesaksiannya.

Santa Bernadeta merupakan gadis kecil sederhana, tak berpendidikan dan sangat miskin, sehingga pada saat pertama kali menyatakan penampakan Bunda Maria, tak ada yang percaya. Namun kini Lourdes menjadi salah satu tempat peziarahan Katolik paling populer.

5.Santa Theresia dari Lisieux

Santa Theresia dari Lisieux. Foto: littleflower.org

Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus memberikan contoh bagaimana mengalami perjalanan spiritualitas dengan cara sangat sederhana, seperti anak-anak.

Sejak kecil, Santa Theresia memiliki semangat yang membara untuk mengabdi kepada Tuhan. Namun, niatnya baru terealisasi di umur 15 tahun ketika memasuki biara Karmel di Lisieux, menyusul kedua kakaknya Pauline dan Marie.

Imannya dipelihara dengan sungguh-sungguh hingga saat terakhir hidupnya. Kata-kata terakhirnya sebelum meninggal adalah “Tuhanku, aku mengasihiMu.”

6.Santa Gianna Molla

Santa Gianna Beretta Mola. Foto: catholicexchange.com

Gianna Beretta Molla merupakan wanita bekerja yang berprofesi sebagai dokter anak. Gianna sangat percaya akan kesakralan keluarga. Perkawinannya dengan seorang insinyur teknik Pietro Molla membuahkan tiga orang anak.

Pada kehamilannya keempat, Giana memiliki tumor di rahim. Namun, dia melarang dokter untuk mengangkatnya untuk melindungi bayi yang dikandungnya.

Bayi tersebut lahir dengan selamat tetapi komplikasi pasca operasi mengakibatkan infeksi yang berakibat kematian bagi Gianna Molla.

Giana Emmanuela, sang anak keempat, di kemudian hari menjadi dokter meneruskan cita-cita ibunya.

7.Santa Monika

Santa Monica dan Puteranya Santo Agustinus Hypo. Foto: media.ascensionpress.com

Santa Monika dikenal sebagai ibu Santo Agustinus Hypo. Dia merupakan santa pelindung bagi wanita dan ibu.

Sepanjang hidupnya, Monika menunjukkan iman yang kuat dengan terus-menerus mendoakan anaknya yang sempat terjerumus kepada aliran bidah.

Santa Monica berdoa dan berpuasa tanpa henti selama bertahun-tahun, hingga membawa Santo Agustinus menemui Santo Ambrosia, yang berhasil mengembalikan Agustinus kepada iman Katolik sejati.

Lega melihat anaknya kembali ke jalan yang benar, Santa Monica mengatakan bahwa dia sekarang bisa meninggal dengan tenang karena tugasnya sebagai ibu sudah selesai. Tak lama setelah itu, beliau benar-benar meninggal dunia.

8.Santa Helena

Santa Helena. Foto: catholic.org

Santa Helena merupakan ibu dari Kaisar Konstantinus Agung, yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi di kerajaan Romawi.

Banyak sejarawan mengatakan bahwa Kaisar Konstantinus Agung mendapatkan pengaruh kuat dari ibunya sehingga menetapkan Kristianitas sebagai agama resmi, meski sebagian sejarawan menyatakan hal yang sebaliknya.

Santa Helena berjasa menemukan Salib Suci di mana Yesus disalibkan dan juga membangun banyak gereja sepanjang perjalanannya ke Tanah Suci.

Salah satu gereja yang dibangunnya adalah Gereja Nativity di Bethlehem yang menjadi pusat ziarah bagi tak kurang 10.000 pengunjung per harinya.

9.Santa Clara dari Asisi

Santa Klara dari Asisi. Foto: sainscatholics

Kisah Santa Clara merupakan kisah inspiratif seseorang yang meninggalkan kemewahan duniawi demi mengikuti jalan Kristus.

Clara awalnya pengikut setia Santo Fransiskus dari Asisi. Sebagai anak perempuan bangsawan Italia yang kaya, ia meninggalkan semua harta tersebut karena terinspirasi oleh Santo Fransiskus Asisi.

Clara memotong pendek rambutnya dan mengenakan baju sangat sederhana, dan mendirikan ordo Wanita Fakir. Ordo ini mempraktekkan prinsip kemiskinan yang sangat ketat dan ekstrim dibandingkan ordo wanita lain saat itu.

Setiap anggota ordo dilarang memiliki barang pribadi dan para biarawati hanya hidup berdasarkan belas kasihan dari sedekah orang-orang.

10.Santa Jeanne d’ Arc

Santa Jeanne d’ Arc. Foto: catholic.org

Jeanne d’ Arc bisa disebut seorang feminis pada jamannya. Kisah heroiknya tak lazim, karena seorang perempuan dulu dilarang untuk maju ke medan perang.

Setelah menerima penglihatan Malaikat Mikael, Santa Margareta, dan Santa Katarina dari Alexandria, Jeanne d’ Arc menyatakan diri untuk mendukung Raja Charles VII merebut kembali Perancis dari Inggris.

Sayangnya Jeanne d’ Arc harus meninggal karena eksekusi pengadilan dengan tuduhan melakukan praktek sihir dan tahayul. []

Kontributor Katolikana.com di Jakarta. Penulis freelance dan ibu rumah tangga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.