Yanuar Nugroho: Pemimpin Berintegritas Harus Miliki Semangat Keterlibatan

Dies Natalis ke-33 Yayasan Bhumiksara, Refleksikan Kepemimpinan Beritegritas dalam Menyongsong Tatanan Masyarakat Baru.

0 65

Katolikana.com–Dunia tengah berubah, namun integritas yang harus dimiliki setiap pemimpin tidak boleh berubah. Kemimpinan berintegritas harus dimulai sejak dini di keluarga masing-masing.

Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-33 dan Reuni Nasional Bhumiksara, menghadirkan narasumber Yanuar Nugroho PhD, Agustinus Prasetyantoko PhD, dan Prof. Rhenald Kasali PhD, yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (17/4/2021).

Semangat Keterlibatan
Menurut Deputi Kepala Staf Kepresidenan periode 2015-2019 Yanuar Nugroho, agar terus berintegritas, seorang pemimpin harus memiliki prinsip dasar bahwa hidup ini untuk memuji, menghormati dan mengabdi kepada Tuhan.

Di tengah konteks global semakin urban dan adanya revolusi 4.0, pemimpin dihadapkan pada kondisi yang tidak stabil.

Seorang pemimpin yang berintegritas harus memiliki semangat keterlibatan, khususnya dalam aspek kesetaraan dan keadilan di masyarakat.

“Dalam kepemimpinan berintegritas, penting memiliki pembimbing rohani dan teman yang menjadi pengontrol dan memberikan kritik,” ujar Yanuar Nugroho.

Hormat kepada Bumi dan Sesama
Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko menekankan bahwa dunia pasca pandemi akan berubah dan tak akan kembali ke situasi pra-pandemi.

Menurutnya, pemimpin perlu memiliki keberanian untuk melihat fakta bahwa dunia yang berubah dan seberapa pun menyakitkan.

“Dalam dunia yang berubah, aspek -aspek terkait tekologi tidak bisa dihindari, skill pemimpin harus terus diupgrade,” ujar Prasetyantoko.

Hal yang lebih mendasar dari dunia pasca pandemi, menurut Prasetyantoko, adalah berbagai problematika yang muncul yaitu dunia yang semakin brutal, sehingga seorang pemimpin perlu memiliki pegangan.

Ia menyampaikan dua dokumen yang dikeluarkan Paus Fransiskus dapat menjadi pegangan untuk menjadi pemimpin berintegritas, yaitu Laudato si’ (Puji Bagi-Mu) ensiklik kedua dan Fratelli tutti (Saudara Sekalian) ensiklik ketiga Paus Fransiskus. Menurutnya dengan dokumen tersebut, manusia diharapkan dapat lebih hormat pada bumi dan pada sesama.

Basis Rumah Tangga
Rhenald Kasali menyebutkan bahwa integritas basisnya adalah rumah tangga dan harus diajarkan sejak usia dini.

“Dunia tengah berubah dan menghadapi situasi sulit, untuk itu integritas menjadi karakter dasar yang harus dimiliki sejak kecil dan menjadi sikap hidup sampai dewasa,” ujar Rhenald.

Menurut Rhenald Kasali, integritas menjadi bekal ditengah banyaknya informasi yang muncul dan cukup menganggu.

“Manusia tengah mengalami disinformasi karena kelebihan informasi dan kesulitan memvalidasi, kesulitan membedakan mana yang benar dan tidak benar. Integritas yang dimiliki sejak dini diperlukan sebagai bekal di masa depan,” ucapnya.

Seminar Dies ke-33 Yayasan Bhumiksara

Perkuat Jaringan
Melalui seminar ini Yayasan Bhumiksara ingin memperkuat jaringan dengan seluruh kader dari berbagai lapisan generasi dan profesi di seluruh Indonesia.

“Sebagai sebuah gerakan kepemimpinan berintegritas, hasil seminar ini tentu akan berdampak besar jika dilakukan secara bersama-sama,” ujar Ketua Panitia Dies Natalis ke-33 dan Reuni Nasional Bhumiksara Paulus Januar.

Menurut Ketua Pengurus Yayasan Bhumiksara Ery Seda, seminar ini diharapkan dapat menjadi refleksi Yayasan Bhumiksara.

Ery Seda berharap seminar ini dapat memperkuat upaya Bhumiksara dalam mewujudkan pemimpin yang memiliki nilai berintegritas, melayani, unggul, berbelarasa, dan inklusif.

Peserta seminar diharapkan dapat memperoleh pencerahan dari ketiga narasumber dan menerapkan dalam konteks masing-masing.

“Keluarga besar Bhumiksara merasa penting untuk mendiskusikan bagaimana kepemimpinan berintegritas dapat diwujudkan oleh masing-masing pribadi,” ucap Ery. []

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.