Caritas Indonesia dan KWI Terus Distribusikan Bantuan untuk Korban Siklon Tropis NTT

Bantuan pendampingan psikologis korban mulai diberikan.

0 140

Katolikana.com – Caritas Indonesia dan Konferensi Waligereja Indonesia terus mengalirkan bantuan bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor akibat badai Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur. Selain pemberian bantuan sembako, juga memberikan bantuan pendampingan psikologis.

Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan – Konferensi Waligereja Indonesia (SGPP-KWI) bersama Caritas Indonesia pada Kamis (16/4/21) lalu menyampaikan bahwa pemberian sembilan bahan pokok (sembako) telah diberikan, termasuk obat-obatan, air bersih dan penyediaan sarana sanitasi.

Bantuan yang bersifat material itu semakin banyak dipenuhi. Caritas Indonesia dan  SGPP-KWI melihat dampak bencana badai besar yang meluluhlantakan sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur itu telah menyebabkan beban penderitaan para penduduk, di antaranya beban psikis, trauma, dan masalah sosial lainnya. Maka, Caritas Indonesia menyiapkan pendampingan psikologis bagi warga yang membutuhkan.

Sr. Natalia, OP mengatakan bahwa nantinya pendampingan untuk para korban bencana banjir akan didampingi dengan melibatkan tim SGPP Keuskupan setempat. Untuk saat ini pun sudah ada Keuskupan Larantuka dengan Simpasio Institute dan kongregasi yang berkarya di wilayah Pulau Flores sudah bergerak untuk bersinergi bersama. Selain itu dibuka pula kesempatan jejaring dengan orang muda yang siap menjadi relawan psikososial.

Pada wilayah Keuskupan Atambua pun Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) bersama dengan komunitas guru agama telah berinisiatif memberikan dukungan psikososial di tempat pengungsian Paroki Kamanasa, Keuskupan Atambua. Bahkan inisatif yang berasal dari masyarakat ini telah memunculkan ide dan inisiatif dari Keuskupan Atambua untuk membuka pelatihan bagi OMK agar bisa turut andil dalam proses pendampingan psikososial terhadap para korban bencana banjir.

Saat ini Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan – Konferensi Waligereja Indonesia (SGPP-KWI) bersama Caritas Indonesia telah mematangkan konsep pendampingan psikososial bagi warga korban banjir NTT, khususnya di Wilayah Adonara dan Lembata, Flores, NTT.

“Fokus utama kami untuk memberikan dukungan kepada mereka yang kehilangan, terlebih bagi kelompok rentan; anak, perempuan, lansia, dan difabel,” ujar Sekretaris SGPP-KWI Sr. Natalia, OP, dalam keterangan pers pada Jumat (16/4/2021) di Jakarta.

Hingga saat ini, melalui press release  yang dikeluarkan Caritas Indonesia di laman Karina.or.id Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan masih terus bergerak dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir di NTT.

Sebelumnya Caritas Indonesia telah mengirimkan 3 relawan terlatih nasional dan 1 staf untuk memfasilitasi, mengkoordinasi, dan menganimasi staf dan relawan Caritas Keuskupan.

Selain itu, Caritas indonesia juga telah menyalurkan bantuan dari berbagai pihak entah itu dalam negeri maupun luar negeri. Caritas Indonesia dan Keuskupan hingga saat ini masih terus membuka donasi dan mengumpulkan barang-barang yang dibutuhkan para penyintas banjir.

Fredy Rante Taruk, Pr., Direktur Eksekutif Caritas Indonesia mengatakan bahwa solidaritas jaringan nasional Caritas bersama semua elemen Gereja Katolik Indonesia terus dikuatkan untuk bisa terus bersinergi untuk merespon dan membantuk korban terdampak banjir.

Hingga Kamis, 15 April 2021 Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) yang berperan sebagai Caritas Keuskupan Agung Jakarta, telah mengirimkan 2400 liter minyak goreng, 2 ton gula pasir, dan 6,8 ton beras. Sedangkan dari Caritas Keuskupan Ruteng, bantuan dikirimkan ke Larantuka dengan rincian 300 kg beras, 144 liter minyak goreng, makanan instan 1.152 bungkus, paket kebersihan dan sanitasi, serta susu dewasa.

Bantuan akan terus disalurkan untuk seluruh daerah di NTT yang terdampak akibat banjir besar ini. Terutama daerah-daerah yang hingga kini masih terisolasi dan belum tersentuh dengan bantuan. Terlebih lagi ada daerah yang jalan untuk aksesnya terputus sehingga pendistribusian air bersih menjadi terkendala. Padahal air bersih menjadi salah satu hal pokok dan utama yang sangat dibutuhkan para korban banjir.

Untuk hal ini Direktur Caritas Keuskupan Larantuka Romo Marianus Dewantoro Welan, Pr juga menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya bagaimana caranya agar penyaluran air bersih tersebut dapat juga sampai ke daerah-daerah tersebut.

Kontributor: Agatha Sita Rasihanuri

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.