Perayaan Tubuh dan Darah Kristus di Austria

Hari Raya Tubuh and Darah Kristus dalam bahasa Jerman disebut Fronleichnamsfest.

0 91

Katolikana.com—Austria merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik. Tak heran, hampir semua hari libur nasional di Austria dilakukan berdasar kalender liturgi Katolik.

Setiap hari libur nasional dan hari Minggu hampir semua pertokoan, restoran, salon, dan lain-lain tutup. Hanya sebagian toko bahan pangan yang mendapat ijin khusus untuk tetap buka untuk kebutuhan urgensi.

Hal ini tak lepas dari pengaruh kekatolikan dan ditetapkan oleh pemerintah agar memberi kesempatan bagi warganya untuk beribadah.

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) dirayakan pada hari ke-60 setelah Paskah atau hari Kamis kedua setelah Pentakosta.

Hari Raya Tubuh and Darah Kristus dalam bahasa Jerman disebut Fronleichnamsfest. Fron adalah seseorang yang berkuasa, dalam hal ini kemudian diartikan sebagai kata tuan, atau Tuhan. Leichnam  artinya jenazah, dalam hal ini dimaksudkan sebagai tubuh (dan darah) Kristus yang dikurbankan. Fest berarti pesta atau perayaan.

Gereja Katolik di Austria merayakan Fronleichnamsfest secara spesial. Pagi hari, perayaan Ekaristi dilakukan di gereja-gereja. Lonceng-lonceng gereja dibunyikan lebih meriah dengan durasi lebih panjang ketika Ekaristi dimulai.

Usai perayaan Ekaristi, dilakukan adorasi kepada Sakramen Mahakudus. Setelah itu dilakukan prosesi perarakan Sakramen Mahakudus dalam monstran yang dibawa imam berkeliling di sepanjang jalan untuk memberkati orang-orang. Pada jalan yang dilalui prosesi ditaburi helai mawar.

Bunga mawar ditaburkan di sepanjang jalan. Foto: Sr. Bene Xavier

Di sepanjang jalan terdapat taburan bunga mawar yang disebut Rosensregen atau hujan mawar. Jalan yang ditaburi bunga ini sering juga dikatakan dengan istilah jalan ke surga.

Pastor Harald Mally dari Gereja Erlöser. Foto: Sr. Bene Xavier

Gereja Maria am Gestade, Keuskupan Wina, juga menyelenggarakan perayaan Fronleichnamsfest. Di akhir perayaan Ekaristi, imam berjalan ke luar gereja membawa monstran dan memberkati orang-orang yang lewat.

Orang-orang yang diberkati akan berlutut sejenak sampai imam kembali ke dalam gereja. Selanjutnya di dalam gereja, Sakramen Mahakudus ditahtakan di atas altar dan umat melakukan adorasi.

Prosesi perarakan Sakramen Mahakudus juga diadakan di Gereja Erlöser. Di halaman gereja, pastor paroki Pater Harald Mally bersama misdinar dan beberapa umat melakukan doa singkat, sebelum imam berjalan berkeliling memberkati orang-orang dengan Sakramen Mahakudus.

Biarawati Suster-suster Misi dari Sang Penebus Maha Kudus (MSsR), tinggal di Wina, Austria.

Leave A Reply

Your email address will not be published.