Ketawa ala Seminari (1): ‘Bellboy’ Favorit di Seminari, Biasanya ‘Mr. Sleep’!

Serial ‘Ketawa ala Seminari’ dalam rangka Ulang Tahun ke-75 Seminari Santo Paulus Palembang.

0 126

Pengantar: Apa yang Anda bayangkan dengan kehidupan di Seminari? Kawah candra dimuka pendidikan calon imam atau pastor ini identik dengan kesan serius, kaku, suci, disiplin, taat, dan sebagainya. Namun, tak banyak orang tahu bahwa kehidupan di Seminari juga diwarnai hal-hal aneh, lucu, iseng, dan bikin ketawa, khas (kenakalan) anak-anak Seminari. Dalam rangka Ulang Tahun ke-75 Seminari Santo Paulus Palembang, Katolikana.com menghadirkan serial tulisan ‘Ketawa ala Seminari’. Selamat mengikuti!—Redaksi


Katolikana.com—Setiap pemilihan bidel (ketua OSIS di Seminari Santo Paulus Palembang) dan ketua seksi-seksi, yang paling menarik bagiku adalah pemilihan ketua seksi bel yang tugas utamanya menjadi ‘tukang bel’ di Seminari.

Kandidat terkuat diusulkan oleh teman-teman dari masing-masing paviliun, kamar besar bagi seminaris.

Di seminari ada empat paviliun. Jadi paling tidak ada empat nama yang dicalonkan.

Tugas seksi bel adalah membunyikan bel saat bangun tidur, doa pagi atau misa pagi di kapel.

Setelah itu membunyikan bel saat mulai sekolah, saat Angelus, istirahat siang, bangun siang, belajar sore, doa sore, belajar malam, doa malam, dan seterusnya.

Baca juga: Ketawa ala Seminari (2): Diramahi Romo Rektor? Mari ‘Balas’ di Lapangan Sepak Bola….

Bel menjadi benda paling akrab untuk memandu dan memastikan jadwal harian seminaris berjalan dengan baik.

Yang unik, biasanya calon atau kandidat ketua seksi bel yang diusulkan adalah siswa yang paling sering terlambat bangun tidur, paling sering mengantuk di kapel, atau paling sering mengantuk di kelas.

Bukan saja mengantuk tapi kadang tertidur saat belajar, saat berdoa pun bisa ketiduran. Dia pasti punya track record paling mencengangkan di antara teman teman paviliun.

Biasanya mempunyai panggilan yang keren yang bisa disematkan turun temurun, yakni ‘Mr. Sleep’.

Teman angkatanku terpilih, namanya Priyoyi. Ia juga kebetulan teman sepaviliun.  Hahaha! Saya tidak tahu saya prihatin, bangga, senang atau sedih.

Saya bangga dia punya bakat lain selain mengantuk di kelas atau di kapel.

Dia bijak, santai, bahkan berprestasi baik akademik maupun non akademik. Secara akademis dia lumayan pintar.

Non akademis, dia jago bermain musik.  Feeling musiknya luar biasa. Kalau mengiringi lagu saat ibadat atau misa, ia bisa mengiringi musik sembari mengantuk. Dengan mata sipitnya yang tertutup, ia masih baik mengiringi musiknya.

Yang paling dinanti adalah ketika tiba hari-hari pertama bertugas. Ia dibekali jam weker yang lumayan keras alarmnya. Jam ini diwariskan dari ketua seksi bel sebelumnya.

Yang ditunggu oleh teman-teman seminaris yang lain adalah seksi bel terlambat bangun. Sehingga jam tidur lumayan bertambah.

Tidak apa-apa agak kesiangan, lumayan dapat bonus tambahan tidur. Semakin sering dapat bonus waktu istirahat semakin senang.

Hari pertama tugas, pagi-pagi esoknya ternyata teman-teman yang memilih dia kecewa.  Kenapa mereka kecewa? Ternyata dia bangun tepat waktu dan belnya sesuai jadwal.

Semuanya merasa masih salah pilih karena bel hari pertama tidak terlambat. Sedangkan si ‘Mr.Sleep’ setelah membunyikan bel, ia masih sempat melanjutkan tidur lagi.

Di hari kedua dia bertugas, bel terlambat sekitar 20 menit.  Para seminaris buru-buru berebut untuk ke kamar mandi agar tidak terlambat doa pagi.

Kenapa bonus tidurnya kebanyakan sehingga waktu mandi pagi hanya tersisa 10 menit.

Teman-teman seminaris setiap ketemu dia tersenyum. Tapi ‘Mr. Sleep’ senyumnya lebih lebar pada hari itu. **

Alumnus Seminari Santo Paulus Palembang angkatan 1989, guru di Lampung.

Leave A Reply

Your email address will not be published.