Provinsi NTT Sumbang Kasus Perdagangan Orang Terbanyak, TRUK Adakan Lomba Pidato Tingkat SMA Sekabupaten Sikka

Antonia Maria Wain dari SMAK Baktyarsa dinobatkan sebagai Duta Anti Human Trafficking

0 127

Katolikana.com—Divisi Perempuan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK) mengadakan Lomba Pidato dengan tema “Wujudkan Generasi Bangsa Bebas Perdagangan Orang” di Hotel Pelita, Maumere, pada Selasa (2/2/2022).

Lomba pidato tingkat SMA/sederajat se-Kabupaten Sikka  ini diselenggarakan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Menurut Koordinator Divisi Perempuan TRUK Sr. Fransiska Imakulata, SSpS, biasa disapa Suster Ika, kegiatan ini dimaksudkan agar para pelajar dan pendidik melakukan refleksi tentang tiga semboyan Ki Hadjar Dewantara yakni Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

“Apakah guru dan pelajar sudah menghayati tiga semboyan ini dalam lingkungan sekolah, juga dalam relasi sosial di tengah masyarakat?” ujar Suster Ika.

Koordinator Divisi Perempuan TRUKF, Suster Fransiska Imakulata, SSpS, S.H.. Foto Walburgus Abulat (pojokbebas.com)

Bebas Perdagangan Orang

Lewat tema ‘Bebas Perdagangan Orang’ Sr. Fransiska, SSpS berharap agar pelajar menjadi garda terdepan untuk memberantas kasus perdagangan orang dan membela hak-hak korban perdagangan orang.

“Pelajar mesti siap menjadi agen perubahan yang mampu mengubah situasi suram perdagangan manusia di daerah ini,” ujar Suster Ika.

Data menunjukkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi penyumbang terbanyak kasus perdangan orang, serentak menjadi provinsi penerima peti mati korban perdagangan orang.

“Para pelajar mesti menyadari situasi suram ini dan memulai langkah perubahan dengan memberikan penyadaran kepada teman sebaya di lingkungan sekolah tentang bahya perdagangan orang yang modusnya semakin beragam,” tambah Suster Ika.

Menurut Frater Hendra Justian SVD selaku master of ceremony (MC) lomba ini bertujuan memberi penyadaran kepada generasi milenial di sekolah-sekolah tentang isu-isu yang berkaitan dengan bahaya perdagangan orang (human trafficking).

“Banyak temuan kasus human trafficking menyasar perempuan dan anak-anak, termasuk pelajar. Kegiatan ini merupakan langkah awal bagi para pelajar agar mengetahui bahaya perdagangan manusia dan mulai melakukan tindak pencegahan di lingkungan sekolah,” tandas Frater Hendra.

Dari lomba ini akan dipilih seorang pemenang menjadi Duta Anti Human Trafficking di Kabupaten Sikka yang bertugas menjadi partner tetap dari TRUK sehubungan dengan sosialisasi dan kampanye pemberantasan human trafficking di sekolah-sekolah.

Situasi Suram

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Yoseph Heriyanto Vandiron Sales menegaskan kembali tiga semboyan Ki Hadjar Dewantara yang diangkat oleh Suster Fransiska.

“Para guru dan pelajar hendaknya menyadari, serentak menghayati tiga semboyan tersebut dalam lingkungan sekolah dengan cara menjadi sahabat bagi semua orang,” ujar Yoseph .

Menurut Yosep, momen hari ini membuat kita melihat realitas dan situasi suram berkaitan dengan perdagangan orang.

“Banyak perempuan dan anak mudah tergiur dengan pekerjaan instan yang menawarkan upah yang besar. Mereka mudah dirayu. Padahal, pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan awal sehingga akhirnya membuat mereka menjadi korban perdagangan orang,” tandas Yosep.

Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Yoseph Heriyanto Vandiron Sales. Foto: Kumparan.com/florespedia

“Saya mau lihat bagaimana sekolah-sekolah mampu memengaruhi publik untuk memberantas kasus ini,” pungkasnya.

Duta Anti Human Trafficking

Ada 13 peserta yang mengikuti lomba pidato. SMAK Baktyarsa mengirimkan 4 peserta. SMAK Santa Maria Monte Carmelo dan SMK Negeri 3 Maumere masing-masing mengirimkan 2 peserta.

SMA Seminari Bunda Segala Bangsa, SMA Negeri 1 Maumere, SMAK Frateran Maumere, SMA Negeri 2 Maumere dan SMK Negeri 1 Maumere, masing-masing mengirimkan 1 peserta.

Sedangkan tim juri terdiri dari Hermina Wulohering, S.IP, Frater Krispinus Ibu, SVD dan Frater Honoratus Jonsi, SVD.

Setelah dilakukan penilaian, tim juri memutuskan lima peserta yang berhak mendapatkan sertifikat dan uang:

  1. Antonia Maria Wain (SMAK Baktyarsa)
  2. Agnes Noni Samara (SMAK Frateran Maumere)
  3. Mario Antonio Oktaviano Woga (SMA Seminari Bunda Segala Bangsa)
  4. Maria Putri Natalia Sota (SMK Negeri 1 Maumere)
  5. Maria Laurdesta (SMAK Santa Maria Monte Carmelo)

Peserta yang dinobatkan sebagai Duta Anti Human Trafficking adalah Antonia Maria Wain (SMAK Baktyarsa).

Penobatan ini dibuat dengan pemberian selendang Duta oleh Kadis PKO didampingi Koordinator Divisi Perempuan TRUK.

Penobatan ini diselingi dengan pesan singkat berkaitan dengan perlawanan terhadap perdagangan orang yang diberikan oleh Kadis PKO, Koordinator Divisi Perempuan TRUK, dan Duta Anti Human Trafficking. **

Alumnus STFK Ledalero, Maumere, Tinggal di Maumere

Leave A Reply

Your email address will not be published.