6 Fakta Menarik Gereja Maria Putri Murni Sejati (MPMS), Salah Satu Gereja di Tatar Sunda

Terletak di Desa Cisantana, Kuningan, Jawa Barat, Gereja ini baru diresmikan sebagai Paroki

0 323

Katolikana.com—Gereja Maria Putri Murni Sejati merupakan salah satu gereja di tatar Sunda, tepatnya di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Gereja ini menjadi satu-satunya Gereja Katolik di Desa Cisantana yang proses pembangunannya berlangsung dari 7/11/1965 hingga 18/4/1966. Gereja yang telah berdiri selama 56 tahun ini ternyata memiliki sejarah dan fakta menarik di dalamnya.

Gereja Maria Putri Murni Sejati (MPMS) awalnya merupakan gereja stasi di bawah Paroki Kristus Raja Cigugur. Gereja ini dibangun asli dari umat Katolik sekitar dengan bantuan Paroki Santo Petrus, Bandung.

Gereja Maria Putri Murni Sejati resmi berganti status menjadi paroki baru yang disahkan oleh Uskup Keuskupan Bandung Mgr. Antonius Subianto, Minggu (20/4/2022) lalu.

Berikut enam keunikan Gereja Maria Putri Murni Sejati:

1.Pernah mengalami kebakaran hebat.

Bukti Kebakaran Gereja. Sumber : id.foursquare.com

Gereja Katolik satu-satunya di Desa Cisantana ini pernah mengalami kebakaran hebat pada 4/7/1980 yang menyebabkan hampir seluruh bangunan ludes dimakan api. Akibatnya, gereja tidak bisa digunakan sebagai tempat beribadah untuk sementara waktu. Namun, karena ketekadan masyarakat katolik setempat akhirnya Gereja MPMS ini bisa kembali dibangun pada  6 Juli 1981 dan berdiri hingga kini.

2.Ciri khas Salib tanpa Corpus

Salib tanpa corpus, yang tersisa dari insiden kebakaran. Foto: Istimewa

Di dalam Gereja MPMS ini terpasang salib besar berwarna hitam tanpa corpus atau salib polos. Banyak orang bingung, apakah Gereja ini Gereja Katolik atau Kristen Protestan? Salib tanpa corpus ini merupakan kenangan yang tersisa dari kejadian kebakaran yang menimpa gereja ini. Dari keseluruhan bangunan, hanya salib tersebut yang bisa selamatdari kobaran api. Kayu yang telah menjadi arang namun masih berbentuk salib menjadi tanda kebesaran dari Tuhan. Sehingga diputuskan untuk tetap memasang salib tersebut meski tanpa Corpus.

3.Terletak di dataran tinggi

Misa di Gereja aria Putri Murni Sejati. Foto: Istimewa

Dari sejumlah gereja di wilayah Sunda khususnya daerah Kuningan, Jawa Barat, Gereja Maria Putri Murni Sejati ini merupakan Gereja yang lokasinya berada di dataran tinggi Desa Cisantana sehingga memiliki udara yang sejuk dan nyaman. Lokasi yang terletak di dataran tinggi menarik perhatian wisatawan untuk berziarah dan singgah ke gereja ini. Gereja MPMS juga memiliki penginapan di belakang gereja serta Biara Ursulin untuk suster yang bertugas di gereja tersebut.

4.Terdapat Goa Maria dengan ratusan anak tangga

Gua Maria Sawer Rahmat. Foto: Tedy Afrianto

Gereja Maria Putri Murni Sejati bertepatan langsung dengan jalur Goa Maria Fatimah Sawer Rahmat yang terkenal dengan trek dan tangganya. Gua Maria ini memiliki trek yang panjang hingga ke puncak. Pengunjung diharuskan menapaki anak tangga dengan jumlah total ratusan bahkan ribuan anak tangga. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang dari luar kota.

Tempat ini digunakan untuk kegiatan jalan salib dan berziarah karena sepanjang jalan terdapat 14 perhentian yang mengisahkan kisah sengsara Yesus. Di perhentian 12 pengunjung dihadapkan pada salib Yesus yang besar dan pada perhentian 14 terdapat ilustrasi makam Yesus yang menjadi perhentian terakhir proses jalan salib.

Anak tangga. Foto: Istimewa

Setelah melewati ratusan tangga di puncak gua maria ini kita akan menemukan Gua Maria dengan Patung Bunda Maria di atasnya yang dilindungi oleh rimbunan pohon.

Tak hanya itu, terdapat Kapel atau Gereja kecil yang biasa diadakan ibadah rutin pada malam Jumat Kliwon atau perayaan tertentu. Pengunjung bisa meminum air yang langsung mengalir dari mata air. Gua yang dibangun pada 1988 ini menjadi salah satu ikon yang menarik dan perlu dikunjungi.

5.Seluruh Umat Gereja adalah asli Sunda

Persembahan. Foto: Istimewa

Gereja yang berada di tanah Sunda ini memiliki umat yang berlatar belakang asli orang Sunda dan tinggal di daerah sekitar Gereja. Pembangunan Gereja, Pembangunan Gua Maria dilakukan oleh masyarakat Sunda setempat sehingga Gereja ini merupakan Gereja Katolik Asli umat Sunda.

6.Bahasa Sunda dalam Perayaan Ekaristi

Suarana Gereja Maria Putri Murni Sejati . Foto: Istimewa

Gereja Maria Putri Murni Sejati di Desa Cisantana ini rutin menggunakan bahasa Sunda saat perayaan ekaristi. Sebelum pandemi, misa berbahasa Sunda dilakukan minggu 1-3 dan bahasa Indonesia pada minggu keempat.

Itulah beberapa fakta menarik yang dimiliki oleh Gereja Katolik Pasundan Maria Putri Murni Sejati. Selain bisa merasakan sensasi beribadah di Gereja, kita pun bisa menikmati suasana di sekitar Gua Maria.**

Kontributor: Yohana Reni Anggraeni

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.