TK Santo Markus I Jakarta: Kecil-Kecil Bisa Bermeditasi Kristiani

Meditasi Kristiani diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 2000 oleh Pastor Laurence Freeman, OSB.

0 49

Katolikana.com—Suasana penuh semangat dan kegembiraan terpancar dari anak-anak TK Santo Markus Jakarta. Mereka tampak duduk dengan kaki bersila dan tangan di atas paha masing-masing. Mereka diajak untuk memejamkan mata perlahan setelah terdengar suara lonceng. Meskipun ada yang masih buka-tutup mata, kebanyakan dari mereka telah menguasai meditasi dengan baik.

TK Santo Markus I Jakarta pada Senin (18/3/2024) lalu menerima kunjungan dari Br. Bayu, CSA dan Sr. Irene, OSU bersama Komunitas Meditasi Kristiani Paroki St. Robertus Bellarminus, Cililitan.

Mereka berbagi tentang pentingnya meditasi dalam doa hening, dengan keyakinan bahwa anak-anak dapat melakukannya dengan baik karena masih dekat dengan sumber keheningan, mengacu pada masa prenatal yang tenang.

“Anak-anak bisa diajari meditasi dan mereka mampu melakukannya dengan baik. Selama 9 bulan 10 hari, anak-anak berada di dalam rahim ibu yang tenang dan damai. Sehingga ketika anak-anak diajak bermeditasi merasa senang, karena mereka masih dekat dengan sang sumber,” ujar Br. Bayu, CSA.

Si kecil sedang bermeditasi. Foto: Istimewa

Menurut Br. Bayu, CSA, doa hening atau meditasi sudah mulai dilupakan, kecuali di biara-biara pertapaan.

Pengajaran meditasi kepada anak-anak di TK Santo Markus memiliki manfaat besar dalam meningkatkan fokus dan konsentrasi mereka dalam proses belajar.

Meditasi juga membantu guru-guru untuk lebih menyadari panggilan mereka dalam mendampingi anak-anak dengan kasih sayang yang tulus dan penuh kasih serta fokus pada aspek rohani dan perkembangan anak dari hari ke hari.

Menurut Br. Bayu, CSA, manfaat meditasi atau doa hening sering terlupakan, tetapi sangat penting, terutama dalam konteks pendidikan. Dia berharap bahwa pengajaran meditasi ini akan terus dilanjutkan dan diperluas ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

“Semoga setelah pertemuan hari ini, ada kelanjutan untuk pertemuan berikutnya. Penerapan dan pelatihan meditasi ini juga akan disampaikan kepada peserta didik dan Guru di SD serta SMP,” ujar Ketua Pengurus Yayasan Santo Markus Joko Supangkat di penghujung acara.

Meskipun ada yang masih buka-tutup mata, kebanyakan dari mereka telah menguasai meditasi dengan baik. Foto: Istimewa

Meditasi Kristiani

Meditasi Kristiani pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 2000 oleh Pastor Laurence Freeman, OSB, yang merupakan murid Pastor John Main, OSB.

Pastor Laurence Freeman, OSB bersama tim dari Singapura pernah datang ke Jakarta. Kunjungan pertama Pastor Laurence mendapat sambutan baik sehingga komunitas Meditasi Kristiani terbentuk di Jakarta dan berkembang di beberapa daerah di Indonesia.

Pastor John Main memandang meditasi sebagai latihan rohani universal yang membimbing kita menuju doa Kristus.

Melakukan meditasi itu sangat sederhana, hanya duduk dengan hening dan diam. Duduk dengan cara punggung tegak, tidak bersandar, dan memejamkan mata dengan pelan serta lembut. Bermeditasi dapat dilakukan dengan duduk bersila di lantau atau duduk di kursi.

“Tujuan utama dalam meditasi Kristiani ialah agar kita memperkenankan kehadiran Allah di dalam diri kita, yang penuh rahasia dan hening, tidak hanya untuk menjadi nyata, melainkan agar menjadi kenyataan utama. Memberikan arti, bentuk dan tujuan kepada apa saja yang kita lakukan, kepada apa saja dalam diri kita,” tulis Pastor John Main, OSB.

Meditasi Katolik sebagai bagian dari pengembangan spiritualitas sekolah. Foto: Istimewa

Spiritualitas Sekolah Santo Markus

Sekolah Santo Markus, dengan spiritualitasnya yang tercermin dalam konsep SINGA (Sigap-Iman-Nurani-Gembira-Aktif), berusaha memperkuat dimensi spiritual dalam pendidikan. Ini bukan hanya sekadar mempersiapkan siswa untuk tantangan dunia, tetapi juga untuk memperdalam pengalaman akan Kristus dan semangat untuk meniru-Nya.

Dengan pendekatan ini, TK Santo Markus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat di mana anak-anak dapat mengembangkan kedalaman spiritualitas mereka sejak usia dini. Semoga langkah-langkah ini membawa berkah bagi masa depan generasi muda yang cerdas dan berjiwa Kristiani. (*)

Kontributor: Ariani

 

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.