Paroki SMART Gelar Kursus Membuat Renungan Tahap II

RP Aaron Waruwu, OSC: Untuk membangun interaksi dengan audiens dibutuhkan sapaan, pertanyaan, studi kasus bahkan polling.

0 75

Katolikana.com, Medan — Bidang Liturgia Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat (SMART), Medan, mengadakan “Kursus Membuat Renungan Tahap II”, Minggu (9/6/2024) di Gedung Heribertus lantai 2, Gereja Santa Maria Ratu Rosari.

Kursus Tahap I dilaksanakan pada 2023. Sebanyak 120 orang peserta mengikuti Kursus Tahap II ini. Mereka adalah pembawa renungan di lingkungan yang sudah mengikuti Kursus Tahap 1 dan bersifat Wajib.

Ketua Bidang Liturgia Paroki SMART Agustinus Tarigan berharap kesempatan kali ini membuka hati, pikiran dan wawasan kita dalam membuat renungan.

Kursus Tahap II ini dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Liturgia Paroki SMART, Albert H Kwuta. “Barang siapa tidak mengenal Kitab Suci, Dia tidak mengenal Kristus. Seorang Pengkhotbah kalau tidak baca Kitab Suci dengan baik, maka dia tidak bisa tampil ke depan menyampaikan kotbah,” ujar Albert H Kwuta.

 

Dua Model Renungan

Pastor Paroki SMART RP Aaron Waruwu, OSC sebagai pembawa materi Kursus menjelaskan materi Kursus Tahap I, yakni Membuat Kerangka Khotbah yang membahas pentingnya Batang Tubuh dalam Berkhotbah.

Ada dua model Renungan. Pertama, model Antropologis. Pertama, pengantar (2,5 menit): diawali dengan ilustrasi atau contoh-contoh. Kedua, Batang Tubuh Khotbah (5 Menit) diambil dari poin-poin kitab Suci. Ketiga, Penutup: berisi pesan-pesan dan penutup (2,5 Menit).

Keedua, model Biblis. Pertama,  Batang Tubuh: langsung membahas Kitab Suci, (5 Menit). Kedua, ditambahkan Ilustrasi (2,5 Menit): contoh-contoh konkrit yang dekat dengan audience. Ketiga, pesan-pesan dan penutup (2,5 Menit).

Secara ringkas renungan terdiri dari : (1) Pengantar, Kitab Suci dan Penutup; atau (2) Kitab Suci, Pengantar dan Penutup.

Pada bagian pengantar (Ilustrasi) yang harus dilakukan yaitu:

  1. Membangun kepercayaan pendengar.
  2. Menciptakan hubungan antara pembicara dengan pendengar.
  3. Sebagai pengantar ke dalam masalah (hal-hal aktual dan pengalaman konflik dalam cerita).

Berikutnya, pada bagian Batang Tubuh menyampaikan pesan Kitab Suci.  “Temukan satu pesan surgawi di dalam bacaan, satu poin saja. Pesan surgawi adalah yang sungguh-sungguh hidup dan menyentuh hati,” ujar RP Aaron .

Lalu ada Penjelasan Kitab Suci. Jadi, harus jelas isinya berupa teguran, ajaran, nasihat, pemberitahuan, pembenaran atau mengajak bertobat dan lain sebagainya.

“Dalam satu perikop harus ketemu apa yang mau disampaikan dalam bacaan itu. Lalu, dihubungkan dengan Pesan Surgawi yang menjadi topik utamanya,” tambah RP Aaron.

Terakhir, aplikasi dalam kehidupan nyata. Kemudian, apa yang akan dilakukan setelah mendengar sabda ini dan mengajak untuk melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa berupa motivasi supaya orang makin rajin dan makin bertanggung jawab serta ajakan.

 

Terampil Berbicara

Memasuki materi “Cara Menyampaikan Renungan (Public Speaking), Pastor Aaron meminta seorang peserta untuk tampil berbicara dengan berimprovisasi menyampaikan sesuatu hal di hadapan peserta.

Public Speaking atau berbicara di depan umum berarti kita berpesan kepada banyak orang. Kedua, kita harus mengemas sedemikian rupa supaya tidak bias. Yang lebih penting adalah menarik perhatian.

Untuk menyampaikan renungan yang baik dan bagus, kita perlu persiapan, mulai dari mengumpulkan bahan-bahan renungan hingga mengoreksinya kembali dengan benar dan memastikan segala sesuatu yang berkaitan dengan renungan siap ditampilkan.

Selanjutnya kita harus berupaya memahami siapa sudiens kita yang hadir, terkait situasi dan kondisinya bagaimana. Apakah suasana duka, gembira, atau berulang tahun.

Kita perlu tampil dengan terampil berbicara dalam hal:

  1. Volume dan Intonasi
  2. Tempo dan dinamika
  3. Bahasa tubuh dan kontak mata

Kadang dalam penampilan kita berbicara di hadapan umum sering mengalami demam panggung, apakah itu rasa kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan entah apa sebabnya bahkan rasa percaya diri tidak dapat dikendalikan.

Untuk mengatasi ketakutan hal-hal seperti itu kita butuh latihan, visualisasi positif, dan relaksasi.

“Dalam hubungan interaksi kita dengan audiens dibutuhkan: Sapaan, pertanyaan, studi kasus, bahkan polling,” ucap Pastor Aaron.

 

Tampil ke Depan

Selanjutnya peserta membentuk lima kelompok untuk melatih membuat renungan dengan judul-judul renungan yang telah ditetapkan:

  1. Renungan Peringatan Arwah 40 hari
  2. Renungan Doa Lingkungan Bulan Rosario
  3. Renungan Ulang Tahun Anak Panggoaran
  4. Renungan Bulan Kitab Suci
  5. Renungan Syukuran Nama Pelindung Lingkungan.

Selanjutnya setiap kelompok menunjuk wakil untuk menyampaikan hasil renungan yang dibahas dengan ketentuan waktu 7-15 menit.

Setelah perwakilan kelompok tampil, RP Aaron menjelaskan dan mengingatkan kembali tenang keterampilan berbicara dan memberi tanggapan kepada lima peserta. Diharapkan kepada lima peserta lebih menampilkan gestur tubuhnya. (*)

Kontributor Katolikana, tinggal di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan, Keuskupan Agung Medan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.