Bancakan dan Kenduri Warnai Perayaan Natal Lingkungan Santo Markus Paroki Santo Paulus Kleco Solo

0 132

Surakarta, Katolikana.com – Umat Lingkungan Santo Markus Wilayah Santo Andreas Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, pada Rabu (7/1/2026) mengadakan Bancakan dan Kenduri Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di rumah Fransiska Tan Chitra Dewi.

Simbolik “Tumpeng dan Pohon Natal” yang melambangkan ingatan “Mengerucut ke atas” dan “Sukacita Pengharapan Damai Natal” dalam acara Bancakan dan Kenduri Natal Lingkungan Santo Markus Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, Rabu (7/1/2026)

Lebih dari 100 orang umat mengikuti acara ini. Selain sebagai ungkapan syukur atas perjalanan di tahun 2025 juga memohon berkat untuk perjalanan peziarahan hidup di tahun 2026.

Diawali dengan bancakan, penyalaan lilin natal, pujian natal, ibadat sabda dan doa serta dilanjutkan makan bersama ‘ala kenduri’, umat bersuka cita atas kelahiran Yesus.

Sukacita dilengkapi dengan pembagian doorprize dan acara ice breaking.

Koordinasi kegotong royongan dalam penyelenggaraan terlaksana dengan baik dalam acara ini:

  1. Pengadaan bahan-bahan makan bersama didukung oleh umat dikoordinasikan oleh Tim Pelayanan Masyarakat (Fransiskus Joko Ispraptono dan Fransiska Tan Chitra Dewi ). Bahan makanan dikumpulkan secara suka rela dan dimasak bersama yang menjadi sajian bancakan dan kenduri.
  2. Pujian natal yang menyemarakkan acara (Ay. Suratno dan Markus Sunardi)
  3. Pemimpin ibadat sabda (Martinus Purwoko).
  4. Ice breaking (Inelda)
  5. Refleksi perjalanan lingkungan tahun 2025 oleh ketua lingkungan (Antonius Henry Sulistyo)
  6. Konsumsi disiapkan oleh ibu-ibu Pikatoling (Paguyuban Ibu-ibu Katolik Lingkungan)
  7. Perlengkapan dan sarana disiapkan oleh bapak-bapak.
  8. Iuran mengumpulkan dana bersama untuk pengadaan pembelian keyboard sarana koor lingkungan (Ay. Suratno dan Fransisca Sri Harini)
    Kegotong-royongan tampak sangat kental dalam acara kenduri ini.
Ibadat Sabda yang dipimpin prodiakon dan pujian natal dalam acara “Bancakan dan Kenduri Natal” Lingkungan Santo Markus Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta

Bancakan
Tradisi bancakan merupakan tradisi makan bersama dalam budaya Jawa berupa sajian nasi dan lauk pauk sederhana (urap, telur, ikan asin) yang disajikan di atas daun pisang atau tampah.

Bancakan menjadi bentuk ungkapan syukur seperti saat hari kelahiran ( weton), ataupun peristiwa syukur lain yang diwujudkan dalam ungkapan doa dan makan bersama.

Makan bersama menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan. Semua orang makan dari tempat makan yang sama mempererat hubungan sosial. Menu yang disajikan juga menu sederhana.

Dalam konteks ini bancakan di Lingkungan Santo Markus dilaksanakan.

Kenduri
Kenduri merupakan  tradisi adat Jawa berupa perjamuan makan bersama untuk memperingati peristiwa penting.

Pada saat kenduri dihunjukkan permohonan berkat Tuhan, seraya mengucap syukur dalam doa bersama.

Pembagian makanan usai berdoa dibagikan dalam ‘besek’, kotak kardus atau kotak mika yang berisi nasi dan kelengkapannya secara sederhana.

Pembagian bingkisan makanan ini sebagai wujud syukur dan silaturahmi antarumat.

Dalam konteks ini Lingkungan Santo Markus mengadakan kenduri dengan berbagi berkat dari olahan bahan makanan dan pengumpulan berbagai makanan dari umat.

Suka cita natal dan tahun baru dalam kesederhanaan diungkapkan dalam bingkai Tema Natal 2025 : “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” ( Matius 1:21-24).

Permenungan yang menjadi peneguhan:

  • Kelahiran Yesus dalam kesederhanaan mengajak keluarga-keluarga hidup sederhana dan mensyukuri segala rahmat yang telah diterima keluarga
  • Memberi persembahan hidup dengan apa yang dimiliki, seukuran kemampuan yang ada, meneladan Tiga Raja dari Timur (Orang Majus): Melkior, Gaspar dan Balthasar, yang membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur untuk Yesus dalam konteks kekinian.
  • Bersyukur, lewat refleksi ciptaan Tuhan, “Seekor ayam yang minum air dan menenggak minuman sambil menengadah ke langit”.  Rasa syukur atas peristiwa natal dan kesempatan boleh melangkah menapaki tahun baru.

Semoga natal melahirkan kembali kegotong-royongan, kebersamaan dan rasa syukur, berjalan bersama melalui komunitas basis: keluarga, lingkungan, Gereja lokal dan bersama Gereja Universal.

Ku Cinta K’luarga Tuhan

Ku cinta k’luarga Tuhan
Terjalin mesra sekali
Semua saling mengasihi
Betapa s’nang ku menjadi
K’luarganya Tuhan.

(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.