Surakarta, Katolikana.com – Single mom dari beberapa paroki di Surakarta hadir mengikuti Perayaan Ekaristi dan talk show di Ruang Berthier Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta, Minggu (18/1/2026), pukul 10.00 WIB.
Acara ini diselenggarakan oleh Single Mom Kevikepan Surakarta dan diikuti 140 orang peserta.
Perayaan Ekaristi dipimpin Romo Hibertus Hartono, MSF Pendamping Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta.
Talk show dipandu Komunitas Single Mom Katolik You Are Not Alone (YANA) Jakarta.
Lagu pembuka “Saudara Mari Semua” dan “Nyanyian Mazmur 40” meneguhkan makna perjumpaan Single Mom Katolik Surakarta untuk berjalan bersama, saling meneguhkan, berbagi kasih dan mengembangkan iman Katolik.
Hidup baru -seperti ungkapan lagu :Saudara Mari semua” – dan nyanyian baru -seperti “Mazmur 40″- menjadi jejak baru para Sista – Single Mom Katolik- di Surakarta untuk bersatu dalam Single Mom Surakarta.
Saudara mari semua
Saudara mari semua
Hadaplah altar Tuhan kita
Sambut tubuh dan darah
Dari putera Allah
Allelu allelu allelu alleluya
Kita adalah satu
Ingin hidup yang baru
Satu budi dan hati
Dalam roh ilahi
Refren 041, Mazmur 40
Lihatlah ya Tuhan, aku datang melakukan kehendakmu.
Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.
Hal baru bagi Single Mom Surakarta : Perayaan Ekaristi dan Talk Show menjadi semacam “opening” untuk bertumbuh menjadi Paguyuban atau Komunitas Single Mom di Surakarta.

Berbagi Berkat
Tujuan penyelenggaraan Perayaan Ekaristi dan Talk Show menurut Helena Rahayu dari Komunitas Single Mom Katolik Jakarta, yaitu Komunitas You Are Not Alone (YANA), ingin berbagi berkat bagi Single Mom di Solo.
“Begitu banyak kebaikan Tuhan yang kami rasakan. Kami ingin Single Mom di Solo memiliki satu komunitas sehingga mereka bisa saling menguatkan, sharing, berbagi pengalaman dan saling memperteguh iman Katolik”, kata Helena Rahayu.
Selanjutnya Helena Rahayu menyampaikan bahwa Komunitas YANA pada bulan Februari 2026 berusia 11 tahun. Awalnya komunitas ini beranggotakan empat orang, dan didampingi Romo Hibertus Hartono, MSF sebagai pendiri.
Lalu berkembang, bertumbuh, saling menyapa sesama single mom, dan membuat berbagai acara yang dapat menumbuhkan iman secara spiritual dan softskill pada single mom.
Pendampingan yang diberikan bukan hanya pendampingan rohani tetapi juga ketrampilan-ketrampilan seperti ketrampilan komunikasi, make up untuk diri sendiri, juga ketrampilan pendampingan bertumbuh bagi para putra dan putrinya.
Saat pandemi, YANA menyelenggarakan acara melalui zoom, banyak anggota bergabung dalam komunitas single mom.

Anggota komunitas YANA di Jakarta saat ini tercatat 400 orang. Hadir dalam acara di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, Single Mom Surakarta, dari Jakarta sebanyak 12 orang yang terdiri dari Pengurus Inti dan Tim Acara.
Acara Single Mom Surakarta dihadiri juga dari Yogyakarta, selain dari Paroki-paroki yang ada di Surakarta.
Homili dan Refleksi
Romo Hibertus Hartono, MSF dalam homili mengajak Sista atau single mom, menuliskan kesaksian hidup yang bisa dijalani sebagai single mom. Bercerita sesuai kebenaran merupakan bentuk kesaksian. Bercerita tentang diri sendiri merupakan sharing kehidupan.
Bercerita tentang kebenaran dapat memberikan gambaran tentang sosok seseorang yang diberi kesaksian. Misalnya seseorang memiliki sikap santun, inspiratif, peduli kesaksian yang diberikan atas orang tersebut : “SIP” (Sopan, Inspiratif, Peduli).
You Are Not Alone (YANA) komunitas single mom yang hadir disini, mau memberikan kesaksian bahwa kebersamaan itu bisa dipupuk.
“Komunitas single mom dibentuk untuk memberikan kesaksian kebaikan. Memberikan jejak jalan-jalan kekatolikan. Komunitas yang saling mendukung, saling menolong dan saling meneguhkan, ” kata Romo Hibertus Hartono, MSF.
Kesaksian tentang Anak Domba
Selanjutnya Romo Hartono mengungkapkan kesaksian Yohanes tentang Yesus dalam bacaan yang direnungkan (Yoh. 1-29-34) mengungkapkan bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah.
Domba merupakan simbol kesederhanaan dan pengorbanan serta ketaatan. Maka bisa dikatakan dalam Yesus ada keselamatan, dalam pengorbanan ada harapan dan dalam salib ada kehidupan.
Yohanes melihat 3 hal keutamaan Yesus: pengorbanan, ketaatan dan kasih.
Pengorbanan Yesus dilakukan untuk keselamatan manusia.
Ketaatan Yesus untuk menjalani apa yang terjadi oleh kehendak Allah.
Segala tindakan Anak Domba adalah kasih.
Sebagai single mom Romo Hartono mengajak ibu-ibu merenungkan pengorbanan, ketaatan, dan kasih yang menjadi jejak perjalanan hidup, yang penuh pengorbanan, menjalani jejak ketaatan dan penuh kasih pada keluarga serta sesama.
Masuk dalam keheningan
Pada saat homili Romo Hibertus Hartono, MSF mengajak ibu-ibu masuk dalam keheningan, memejamkan mata sejenak dan melakukan refleksi.
Saat refleksi suasana hening diselingi iringan lagu reflektif : “Jejak-Mu Tuhan“, lagu Stephanie Erastus
Sering ku tak mengerti
Jalan-jalanMu Tuhan
Bagai di belantara yang kelam
Tanpa seribu tanya
Namun tetap percaya
JejakMu Tuhan sungguh sempurna
Refren:
Ajarku memahami
Semua yang Kau ingini
Agar hidupku puaskan hatiMu
BagiMu aku rela
Sepenuh hati menghamba
Serahkan diri genapi karyaMu
Usai perayaan Ekaristi dilanjutkan talks show yang dipandu Tim YANA. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta