Menjaga Hati Tetap Suci

0 13

Katolikana.com -Bacaan Injil hari ini (Markus 7:14-23) menyampaikan pesan penting, mendasar, dan praktis. Di bagian akhirnya, Yesus menyebut tentang hati dan isinya.

Membangun pertahanan hati
Hati, sebagai sumber segala pikiran dan tindakan, secara aktif perlu dijaga. Mengapa? Menurut Markus 7:21-22, pertahanan diri dimulai dari dalam (hati).
Bagaimana membangun pertahanan itu?
Kita perlu melakukan hal-hal berikut ini.

Pertama, kita mengisi hati dengan kebenaran positif. Pikiran yang terisi kebenaran akan membentuk filter alami terhadap kejahatan. Sebaliknya, hati yang kosong mudah diisi hal-hal najis. Karena itu, kita perlu mengisi hati dengan firman Tuhan, bacaan yang membangun.

Jangan biarkan konten-konten media sosial yang kotor dan jahat memenuhi hati kita.

Kedua, kita belajar menguasai diri (Self-Control). Hawa nafsu, keserakahan, dan iri hati berawal dari dorongan yang tidak terkendali. Latihan menguasai diri bisa dilakukan dengan berpuasa sederhana.

Misalnya, berpuasa dari media sosial, mengelola emosi sebelum bertindak, dan berusaha membatasi diri.

Ketiga, mempraktikkan kejujuran dan kerendahan hati. Kita dapat melawan kelicikan dan kesombongan dengan membiasakan diri bertindak jujur, bahkan dalam hal kecil.

Mengakui kelemahan dan kesalahan. Rendah hati adalah benteng kuat melawan kebebalan dan hujat.

Keempat, mengalirkan energi ke tujuan yang membangun (konstruktif). Misalnya. pelayanan, hobi kreatif, olahraga, atau membantu sesama.

Mawas diri
Hati yang sibuk dengan kebaikan tidak memiliki ruang untuk merancang kejahatan.

Akhirnya, kita melihat ke dalam hati (introspeksi) dan setiap hari bertobat.

Mengambil waktu hening setiap hari untuk mawas diri. Dengan jujur mengakui bahwa ada pikiran jahat yang muncul, menolak dan mengalihkan pikiran ke yang benar.

Pertobatan itu diperlukan bukan hanya untuk menghapus dosa besar, melainkan untuk menjaga kemurnian hati setiap saat.

Kesimpulannya, menjaga hati adalah proses disiplin seumur hidup; tidak bisa dicapai secara instan. Ini tentang membangun benteng pertahanan internal melalui kebiasaan sehari-hari yang menyaring setiap masukan dan mengelola setiap respon.

Marilah mengisi hati dengan kebenaran (sabda Tuhan), mengendalikan diri, dan mengalihkan fokus kepada hal yang membangun. Maukah kita memproteksi hati agar menjadi sumber kehidupan yang suci?

Rabu, 11 Februari 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.