Daniel 9:4b-10 dan Lukas 6:36-38
Katolikana.com – Sabda Tuhan pada hari ini menampilkan tuntutan atau standar hidup yang amat tinggi. Mengapa? Karena ukurannya adalah Allah.
Itu setali tiga uang dengan bacaan hari Sabtu lalu yang berbunyi, “Haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya” (Matius 5:48).
Hari ini Yesus bersabda, “Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu adalah murah hati” (Lukas 6:36). Bagaimana kita dapat memenuhi standar yang begitu tinggi?
Salah satunya dengan lebih dulu memahami sabda Tuhan yang membimbing kita. Apa yang dikatakan di sana?
Bacaan dari Kitab Daniel mengajarkan tentang sikap jujur terhadap diri sendiri. Bangsa Israel berdiri di hadapan Allah dan mengaku, “Kami telah berdosa, telah melakukan kejahatan dan bertindak fasik.”
Mengakui kegagalan
Mereka tidak mencari-cari alasan atas kesalahannya, melainkan mengakui kegagalan mereka dalam mendengarkan para hamba Allah, yaitu para nabi. Sikap jujur tentang kegagalan ini menjadi langkah pertama menuju belas kasih atau murah hati.
Namun, tidak berhenti di situ. Ingat. masa Prapaskah tidak dimaksudkan untuk meninggalkan kita dalam rasa bersalah. Karena itu, dalam Injil Lukas hari ini, Yesus memberikan suatu perintah yang indah: “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
Belas kasih sebagai berkat
Belas kasih Allah bukanlah sesuatu yang kita peroleh berkat usaha kita, tetapi karunia yang kita terima dan perlu diteruskan. Yesus menjanjikan kemurahan hati yang timbal balik: “Ampunilah, maka kamu akan diampuni. Berilah, maka kamu akan diberi.”
Pada masa Prapaskah ini, marilah kita mengikuti teladan Daniel dalam mengakui dosa dengan rendah hati. Kemudian, hidup dengan memegang dan mewujudkan janji Injil. Lalu, saat mengalami limpahan belas kasih Allah, kita menjadi saluran dari belas kasih itu, menawarkan kepada sesama pengampunan dan kelembutan yang sebelumnya telah kita terima dari Allah.
Dengan mengakui dosa, kita membuka hati untuk menerima pengampunan; dan dengan menerima pengampunan, kita dipulihkan serta diperlengkapi untuk menjadi pribadi yang murah hati dan berbelas kasih.
Siklus rahmat selama masa Prapaskah
Inilah siklus rahmat yang sempurna selama masa Prapaskah: dari mengakui dosa dan kelemahan secara jujur, kepada hati yang terbuka menerima belas kasih Allah, dan akhirnya memberikan belas kasih itu kepada sesama.
Marilah kita hidup dalam siklus rahmat ini, sehingga kita benar-benar dapat mencerminkan sifat murah hati dari Allah Bapa kita di surga.
Senin, 2 Maret 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.