Umat Lintas Iman Lembor, Manggarai Barat, Sambut Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus

0 22

Manggarai Barat, Katolikana.com – Mgr. Maksimus Regus, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, melaksanakan kunjungan pastoral ke Stasi St. Markus Nangalili, Paroki Santa Familia Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (1/3/2026) mendapatkan sambutan yang hangat dari umat lintas iman.

Dalam kunjungan itu Mgr. Masimus Regus didampingi sejumlah imam, yakni RD. Frans Nala, RD. Carles Suwendi, RD. Yuvens Rugi, RD. Martin William, dan RD. Silvi Mongko.

Kehadiran Uskup bersama rombongan disambut antusias oleh umat di empat titik penerimaan, yakni wilayah Cambir Bendera, Palis, Golo Jong, dan Aula Komunitas Susteran CIJ Nangalili. Setiap titik menghadirkan seremoni adat yang sarat makna, mulai dari pengalungan, perarakan dengan sanda, penampilan marching band, hingga giring-giringan pasukan berkuda dan berbagai kendaraan hias yang mengiringi rombongan menuju lokasi utama kegiatan.

Suasana sukacita terasa kental. Yang menarik, penyambutan tidak hanya datang dari umat Katolik, tetapi juga dari saudara-saudari umat Muslim setempat. Kehadiran mereka menjadi penegasan nyata bahwa persaudaraan lintas agama di Lembor terjalin erat dalam semangat gotong royong dan kebersamaan.

Kunjungan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus di Lembor, Manggarai Barat pada Minggu (1/3/2026)/Foto: Vinsen Patno

Momentum tersebut menjadi simbol harmoni sosial yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Di tengah perbedaan keyakinan, warga tetap berdiri bersama dalam semangat saling menghormati dan mendukung. Kebersamaan itu menghadirkan pesan kuat bahwa iman tidak menjadi sekat, melainkan jembatan yang memperkaya kehidupan sosial dan mempererat persaudaraan kemanusiaan.

Rangkaian kunjungan pastoral dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi di Kapela Stasi Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda Nangalili. Perayaan berlangsung khusyuk dan penuh penghayatan, dihadiri umat yang memadati kapela.

Dalam homilinya pada Minggu Prapaskah II, Uskup Maksimus Regus menekankan makna spiritual dan sosial masa tobat tahun ini.

“Kita sekarang sudah masuk Minggu Prapaskah yang kedua, masa puasa. Uniknya, tahun ini waktu puasa kita hampir bersamaan dengan saudara kita umat Muslim. Karena itu, ini benar-benar menjadi bulan spiritual, bulan rohani, tetapi juga bulan sosial, bulan perjumpaan, dan bulan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia mengajak umat memaknai Prapaskah bukan sekadar praktik keagamaan, tetapi juga momentum memperdalam solidaritas, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun relasi yang harmonis di tengah masyarakat majemuk.

Kemeriahan umat ketika kunjungan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus di Lembor, Manggarai Barat pada Minggu (1/3/2026)/Foto: Vinsen Patno

Kunjungan pastoral ini sekaligus menjadi jawaban atas kerinduan umat Stasi Nangalili akan kehadiran gembala mereka. Dalam kesempatan tersebut, Uskup juga menegaskan komitmen Keuskupan dalam mempersiapkan rencana pemekaran paroki sebagai bagian dari pengembangan pelayanan pastoral.

Menurutnya, pertumbuhan umat dan dinamika pelayanan menuntut langkah strategis agar pelayanan Gereja semakin efektif dan menjangkau seluruh umat secara lebih dekat. Persiapan pemekaran paroki bukan sekadar langkah administratif, melainkan bagian dari visi pastoral untuk menghadirkan Gereja yang lebih hidup, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.