Keluaran 17:3-7; Roma 5:1-2.5-8; Yohanes 4:5-42
Katolikana.com – Masa Prapaskah itu bagian peziarahan kita sebagai kaum beriman. Saat istimewa ini menyajikan kesempatan untuk melihat perjalanan kita, baik yang sudah lewat, sedang berjalan, maupun yang terbentang di depan mata.
Bekal penopang
Apakah kita menyadari bahwa setiap perjalanan itu hanya mungkin ditempuh karena bekal yang menopangnya?
Dua bekal itu adalah makanan dan minuman.
Perjalanan rohani dalam iman juga membutuhkan makanan dan minuman rohani.
Sabda Tuhan pada hari Minggu III Prapaskah berbicara tentang hal itu. Kitab Keluaran mengisahkan tentang bangsa Israel yang bersungut-sungut karena di padang gurun mereka kehabisan air.
Jika kebutuhan esensial ini tidak terpenuhi, mereka akan mati; tidak sampai ke tujuan.
Lalu, Allah memberikan air kepada mereka sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan dan sampai ke tempat tujuan.
Tanpa air rohani peziarahan iman akan terhenti. Kita tidak mencapai tujuan.
Mencari air
Wanita Samaria dalam Injil Yohanes juga mencari air. Ia mencarinya di siang hari untuk menghindari pertemuan dengan para tetangga yang membicarakan reputasi buruknya.
Dialognya dengan Yesus membawanya kepada kebutuhan akan air yang lebih dalam maknanya dan abadi fungsinya. Air itu adalah air kehidupan (Yesus) yang membuat orang tidak akan merasa haus lagi.
Lalu, di mana makanan rohaninya?
Dalam percakapan dengan para murid-Nya, Yesus memperkenalkan kepada mereka makanan rohani itu. Dia bersabda, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4:34).
Sabda itu mengingatkan bahwa makanan rohani bagi perjalanan iman kita adalah melakukan kehendak Allah. Tanpa itu kita tidak sampai kepada tujuan perjalanan kita.
Tujuan ziarah iman
Jadi, tujuan ziarah iman itu adalah Tuhan. Hidup ini pada dasarnya berjalan pulang ke rumah Tuhan, tempat kita berasal. Dalam perjalanan itu, kita membutuhkan dua bekal, yakni makanan dan minuman rohani. Kita menemukan keduanya dalam diri Yesus.
Dialah air kehidupan yang mengalir sampai hidup kekal. Dia juga makanan rohani sejati, karena telah melakukan kehendak Bapa-Nya hingga tuntas; wafat di kayu salib dan bangkit kembali.
Apakah kita mau meminum air kehidupan dan menyantap makanan yang Yesus sajikan?
Masa Prapaskah ini membantu kita merenungkannya dan mengambil keputusan.
Minggu III Prapaskah, 8 Maret 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.