Kehadiran Tuhan Allah di Balik Peristiwa

0 239

2 Raja-Raja 5:1-15 dan Lukas 4:24-30

Katolikana.com – Sabda Tuhan hari ini menyampaikan kisah menarik dengan pesan mendalam. Tuhan Allah berada dan berkarya di balik peristiwa.

Hal ini memberi daya kekuatan bagi yang peka menangkap, memahami dan mengalami.

Membuka diri
Naaman, panglima raja Aram contohnya. Ia orang terhormat dan berprestasi serta dekat dengan raja Aram. Namun ia menderita penyakit kusta yang pelan-pelan menggerogoti hidupnya.

Lewat anak perempuan dari negeri Israel yang ditawan di negeri Aram, Naaman diselamatkan.

Bagaimana peristiwanya? Perempuan itu memberitahukan kepada nyonyanya tentang nabi Elisa di negeri Israel yang dapat menyembuhkan penyakit kusta.

Baik Naaman maupun raja negeri Aram mendengarkan suara perempuan tawanan itu. Lalu, dengan membawa surat dari sang raja, Naaman pergi ke raja Israel.

Akhirnya, sampailah ia di depan rumah nabi Elisa. Nabi Elia memintanya untuk mandi tujuh kali di sungai Yordan.

Berkat ketaatan dan sikapnya mendengarkan perkataan Nabi Elia, Naaman sembuh.

Allah yang menyelamatkan

Bagaimana kesediaan diri bisa terjadi?

Pertama, ia mendengarkan anjuran orang kecil, perempuan tawanan dari negeri Israel.

Kedua, sebagai orang terhormat ia mendengarkan pelayan isterinya.

Ketiga, ia mentaati perintah nabi Elisa. Akhirnya, Naaman mengetahui bahwa di negeri Israel ada Allah yang menyelamatkan.

Menutup diri
Bandingkan dengan sikap orang-orang Nazaret yang menolak Yesus. Karena menutup diri terhadap kehadiran Yesus, mereka tidak mengalami mukjizat-Nya.

Ketika Yesus menyindir dengan mengangkat kisah nabi Elia dan Elisa, mereka tersinggung dan marah. Lalu berusaha melemparkan Yesus ke tebing gunung, tempat kota itu terletak.

Apakah pesan dari sabda Tuhan hari ini?

Tuhan Allah berada di balik peristiwa dan berkarya lewat orang yang tampak biasa-biasa saja.

Mendengarkan suara-Nya

Mereka yang peka menangkap kehadiran dan mendengarkan suara-Nya disembuhkan dan diselamatkan.

Sebaliknya, mereka yang telinganya tertutup dan hatinya mengeras kehilangan kesempatan berharga yang dapat menyelamatkannya.

Apakah kita peka memahami kehadiran Tuhan di balik peristiwa dan sesama di sekitar kita?

Bersama pemazmur, marilah berdoa, “Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” (Mazmur
42:3).

Senin, 9 Maret 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.