Perangi Human Trafficking, DPP Gereja St Petrus Palembang Gelar Seminar “Darurat TPPO” di Sematang Borang

0 163
Foto bersama Sr M Margaretha, F.Ch selaku narasumber seminar dan sebagian peserta seminar TPPO

PALEMBANG, Katolikana.com  – Dewan Pastoral Paroki (DPP) St Petrus Palembang bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC St. Petrus Palembang dengan Seksi Kerasulan Awam (Kerawam) dan Seksi Kewanitaan menggandeng Komisi Gender Pemberdayaan Perempuan (KGPP) Keuskupan Agung Palembang (KAPal) bersinergi dengan berbagai unsur gerejawi menggelar seminar edukatif bertajuk “Darurat TPPO: Sinergi Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Penindakan Efektif”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Kecamatan Sematang Borang ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari masyarakat sekitar Paroki St. Petrus Kenten, Sabtu (18/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking yang kian mengkhawatirkan.

Narasumber utama seminar, Sr. M. Margaretha, F.Ch, dalam paparannya menekankan bahwa TPPO merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang merampas kemerdekaan serta martabat manusia. Ia mengutip UU No. 21 Tahun 2007 untuk menegaskan bahwa modus operandi TPPO seringkali melibatkan kekerasan, penipuan, hingga jeratan utang.

Sr M. Margaretha, F.Ch saat memberikan materi seminar TPPO bagi masyarakat sekitar Gereja St Petrus Palembang di gedung pertemuan Kecamatan Sematang Borang Palembang

“Kasus TPPO ini seperti kejahatan lintas negara yang sangat rapi organisasinya. Ini menjadi perhatian serius tidak hanya di Indonesia, tapi juga di tingkat ASEAN,” ujar Sr. Margaretha. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah memperkuat perlindungan melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanganan TPPO (RAN PP TPPO) 2025-2029. “Momentum ini harus kita gunakan untuk melindungi kelompok rentan, terutama perempuan dan anak,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Agustinus Pudiarto, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Kecamatan Sematang Borang bertujuan agar informasi mengenai bahaya perdagangan orang menyentuh langsung akar rumput.

“Masyarakat seringkali tergiur tawaran kerja dengan gaji tinggi namun berisiko nyawa. Melalui seminar ini, kami ingin meningkatkan kesadaran kolektif agar warga mampu memitigasi risiko sejak dini,” kata Agustinus.

Foto anggota DPP St Petrus Palembang dan WKRI bersama narasumber seminar Sr.M.Margaretha, F.Ch

Sementara itu, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja St. Petrus Palembang, N. Suseno, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki misi utama sebagai sarana edukasi dan sosialisasi kebijakan nasional.

“Maksud dan tujuan kami adalah memberikan edukasi nyata bagi masyarakat umum. Kami berharap sosialisasi RAN PTPPO ini tidak berhenti di sini, tetapi menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan waspada terhadap isu kemanusiaan ini,” pungkas Suseno dalam sambutannya.

Peserta seminar TPPO

Melalui sinergi lintas sektor ini, Gereja berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan dan memastikan masyarakat memiliki tameng informasi yang cukup dalam menghadapi ancaman perdagangan manusia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.