Apa Artinya Mengenal Yesus?

0 80

Kisah Para Rasul 13:44-52; Yohanes 14:7-14

Katolikana.com – Perikop Injil Yohanes 14:7-14 amat kaya akan makna. Di tengah suasana malam perpisahan yang mengharukan, Yesus menyampaikan pesan yang paling penting dan fundamental bagi iman kita: mengenal Yesus berarti mengenal Allah Bapa, karena Yesus adalah pewahyuan atau wujud yang sempurna dari Allah sendiri.

Berjumpa secara pribadi
Permintaan Rasul Filipus, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” dijawab Yesus dengan tegas bahwa barang siapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa. Mengenal Allah bukanlah sekadar mengetahui teori tentang Dia, melainkan berjumpa secara pribadi dengan pribadi Yesus Kristus.

Melawan ajaran sesat
Santo Atanasius, Uskup Alexandria, dalam perjuangannya melawan ajaran sesat Arianisme, membela ajaran Yesus ini. Sangat menyedihkan jika ada yang menganggap Kristus kurang dari Allah. Arianisme mengajarkan bahwa Yesus hanyalah makhluk ciptaan tertinggi; bukan Allah.

Dalam tulisannya melawan ajaran sesat, Atanasius menjelaskan makna pernyataan Yesus: “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” (Yohanes 14:10-11). Beliau mengajarkan bahwa ini bukanlah sekadar metafora atau hubungan spiritual biasa, melainkan kesatuan hakikat sejati yang sempurna antara Bapa dan Putra.

Atanasius dengan lantang menyatakan bahwa iman yang sederhana sekalipun seharusnya cukup untuk percaya, namun karena ajaran sesat mengancam, kebenaran ini harus ditegakkan dengan tegas. Dengan memahami inkarnasi—bahwa Firman menjadi daging—Atanasius menegaskan bahwa di dalam diri Yesus, gambar Allah bukan hanya dinyatakan kembali, tetapi juga dipulihkan dalam diri kita.

Lantas, apa relevansi ajaran ini untuk hidup Kristen kita hari ini?

Iman tidak berhenti
Jelas sekali. Jika Yesus sungguh adalah Allah yang hadir di tengah kita, maka iman kita tidak boleh berhenti hanya pada keyakinan di dalam pikiran. Percaya berarti mengarahkan seluruh orientasi hidup pada Kristus.

Lebih dari itu, Yesus sendiri memberi janji yang luar biasa: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan yang lebih besar dari pada itu” (Yohanes 14:12).

Inilah panggilan kita untuk menjadi saksi yang aktif. Menjadi Kristen berarti melanjutkan misi Yesus di dunia: mengasihi yang terpinggirkan, menghibur yang bersedih, menjadi berkat bagi sesama bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dalam nama Yesus Kristus. Bersediakah kita menjalankan misi itu?

Marilah kita meresapi kebenaran bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan, dan dengan percaya penuh, turut mengambil bagian dalam karya keselamatan-Nya di dunia.

Sabtu, 2 Mei 2026
Peringatan Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.