Rayakan 191 Tahun Kongregasi OSF Berbahagia dalam Kerendahan Hati

0 17

HUT ke-191 Kongregasi OSF di Biara RS Brayat Minulya pada Minggu (10/6/2026) dirayakan dengan menyelenggarakan Perayaan Ekaristi serta Pemberkatan Patung Ibu Magdalena Daemen dan Santo Fransiskus Asisi.

Surakarta, Katolikana.com – Kongregasi Suster-suster St. Fransiskus dari Tobat dan Cinta Kasih Kristiani (OSF) didirikan oleh Ibu Maria Catharina Daemen (Ibu Magdalena Daemen) pada 10 Mei 1835 di Heythuysen, Belanda. Kongregasi OSF menghidupi semboyan hidup “Deus Providebit” (Tuhan akan menyelenggarakan), yang mencerminkan iman kuat, kesederhanaan, kerendahan hati dan dedikasi pada pelayanan bagi sesama sebagai wujud kesediaan untuk membuka diri akan Penyelenggaraan Ilahi.

Perutusan yang diemban Ibu Magdalena Daemen dalam mewartakan kabar sukacita yang diwariskan dan diteruskan di Kongregasi OSF adalah misi panggilan menjadi biarawati, karya pendidikan, kesehatan dan sosial. Di Indonesia karya Kongregasi OSF berada di beberapa keuskupan dan tersebar di berbagai kota.

Deus Providebit, Ekaristi dan menghormati Salib
Maria Catharina Daemen dilahirkan pada tanggal 19 November 1787, sebagai anak sulung Cornelius Daemen dan Gertruida Van Bree yang tinggal di desa Heythuysen di Ohe-en-Laak, Provinsi Limburg Tenggara, dekat dengan Stevenaweert, Negeri Belanda.

Hidup dalam belenggu penindasan iman penguasa saat abad 18 di Eropa, Kaisar Joseph II dari Austria memberlakukan penindasan iman. Bagi kaum biarawan biarawati, doa dari para rahib biarawan-biarawati dianggap tidak berguna bagi negara.

Di biara Fransiskan patung Fransiskus Asisi dari batu ambruk, jatuh berkeping-keping dipukul dengan pangkal senjata.

Namun demikian, lilin kecil tetap menyala. Chatarina Daemen kecil berumur 3 tahun telah disentuh oleh 3 hal penting: Deus Providebit yang mengalir dalam keluarganya, Ekaristi, dan menghormati Salib yang ditempatkan tinggi-tinggi sebagai kekuatan hidup.

“Warisan iman bahwa Tuhan Sang Penyelenggara yang tak pernah tidur menjadi fondasi kuat dalam membangun karakternya”.

Perayaan Ekaristi HUT ke-191 Kongregasi OSF di Kapel Biara RS Brayat Minulya Surakarta dihadiri para suster OSF, pegawai dan keluarga RS Brayat Minulya dan umat di sekitar kapel biara pada Minggu (10/5/2026)

Perayaan Ekaristi
Perayaan Ekaristi menjadi ungkapan syukur dan perwujudan puncak iman menandai HUT ke-191 Kongregasi OSF. Tahun ini perayaan dilaksanakan di masing-masing komunitas biara.

Biara OSF RS Brayat Minulya Solo mengungkapkan kebahagiaan dan meneruskan warisan kerendahan hati Ibu Magdalena Daemen dalam perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi dipimpin Vikep Kevikepan Surakarta Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr. Hadir mengikuti Ekaristi para suster di Biara OSF RS Brayat Minulya, Pegawai RS Brayat Minulya dan umat yang tinggal di sekitar Kapel Biara.

Refleksi dalam Ekaristi merasakan kebahagiaan karena diundang dalam perjamuan Ekaristi, mencercap Sabda, menerima santapan rohani, dan berbahagia menjalani perutusan.

Dengan kerendahan hati, meneladan Ibu Magdalena Daemen yang mengandalkan Penyelenggaraan Ilahi bukan kekuatan manusiawi semata menapaki karya perutusan dalam semangat sinodalitas.

Tanda kasih
Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro dalam homili mengajak umat mensyukuri tugas perutusan, mengalirkan rahmat kebaikan, keselamatan kepada orang lain yang ada di sekitar kita. Selain itu mengajak untuk tetap setia menjalani tugas perutusan.

Hal ini menjadi tanda kasih kepada Kristus karena menuruti perintah-perintah-Nya. Menjalani tugas perutusan seringkali tidak mudah, banyak kesulitan, tantangan dan penderitaan.

Namun Tuhan tidak membiarkan kita berjalan sendirian karena Tuhan akan memberi penolong yaitu Roh Kebenaran yang menyertai selama-lamanya untuk mengarahkan pada perbuatan-perbuatan baik.

“Kita tidak perlu berkecil hati jika mengalami hal yang tidak mengenakkan berbuat baik. Itu lebih baik daripada berbuat kesalahan”, ungkap Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro.

Hari ini Kongregasi OSF memperingati hari jadi kongregasi. Kehadiran dan tugas perutusannya menghadirkan kebaikan bagi sesama meskipun dalam menjalani tugas itu tidak mudah dan memerlukan perjuangan.

“Disinilah wujud kasih kepada Tuhan dalam menjalani apa yang diperintahkan Tuhan, menjalani tugas pelayanan menghadirkan kebaikan untuk sesama di sekitar kita”, kata Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro mengakhiri homili.

Pemberkatan patung Ibu Magdalena Daemen dan Santo Fransiskus Asisi di RS Brayat Minulya Surakarta pada HUT ke-191 Kongregasi OSF, Minggu (10/5/2026)

Pemberkatan patung
Usai perayaan Ekaristi dilakukan pemberkatan patung Ibu Magdalena Daemen dan Santo Fransiskus Asisi di Taman Doa RS Brayat Minulya Surakarta.

Ibu Magdalena Daemen pendiri kongregasi OSF. Ia dikenal sebagai teladan kerendahan hati, kesederhanaan, dan penyerahan diri total kepada kehendak Tuhan.

Santo Fransiskus dari Asisi adalah santo pelindung Suster-suster St. Fransiskus dari Tobat dan Cinta Kasih Kristiani (OSF Semarang). Ia menjadi teladan dalam semangat kemiskinan, pertobatan, persaudaraan, dan kasih terhadap lingkungan hidup yang mendasari spiritualitas pelayanan OSF.

Pemberkatan diawali dengan doa yang dipimpin Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro dan pemercikan air suci pada patung Ibu Magdalena Daemen dan Santo Fransiskus Asisi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.