Dibenci dan Menderita karena Telah Dipilih

0 68

Kisah Para Rasul 16:1+10; Yohanes 15:18-21

Katolikana.com -Kita melanjutkan renungan kita tentang pesan-pesan terakhir Yesus yang direkam dalam Injil Yohanes. Ada hal-hal aktual, bermakna, dan relevan yang perlu kita renungkan.

Pertama, Yesus berbicara tentang tantangan besar yang akan dihadapi para murid-Nya. “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku” (Yohanes 15:18). Dengan mengatakan hal itu, Yesus menegaskan sebagai orang yang berpengalaman menghadapi orang-orang yang tidak hanya menolak-Nya tetapi juga membenci-Nya.

Santo Yohanes, pengarang Injil, menulis hal itu untuk meneguhkan para murid Yesus yang waktu menghadapi penganiayaan dari orang-orang yang membenci mereka.

Kedua, Yesus menjelaskan tentang alasan dunia (orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya) membenci para murid-Nya. “Karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu” (Yohanes 15:19). Jadi, dunia membenci para pengikut Yesus bukan karena mereka melakukan suatu kejahatan, melainkan karena Yesus telah memilih mereka.

Santo Petrus mengajarkan bahwa para pengikut Yesus mesti bersukacita bila mereka menderita karena melakukan sesuatu yang baik (1 Petrus 4:13). Hidup sebagai murid-murid Yesus adalah tindakan yang baik. Namun kerap menghadapi risiko, yakni dibenci dunia.

Ketiga, Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa para murid-Nya tidak akan melebihi Dia, karena seorang hamba tidak akan melebihi tuannya (Yohanes 15:20). “Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yohanes 15:20). Dengan ini, Yesus menegaskan bahwa para murid-Nya tidak menderita sendirian. Yesus senantiasa menyertai mereka.

Akhirnya, Yesus menjelaskan bahwa dunia membenci para murid karena nama Yesus. Itu mereka lakukan, karena mereka tidak mengenal Allah yang mengutus Yesus (Yohanes 15:21). Itu berarti bahwa mereka menolak hubungan pribadi dan iman kepada Allah Bapa.

Jadi. bukan sekadar kurang informasi, tetapi menolak secara aktif dan sadar otoritas, kasih, dan wahyu Allah yang dinyatakan sepenuhnya melalui Yesus Kristus (Yohanes 14:6-7). Tindakan itu berakar pada dosa dan sikap tidak percaya.

Singkatnya, renungan hari ini menegaskan bahwa Yesus telah lebih dulu menanggung penderitaan dari dunia dan telah mengalahkan dunia.

Artinya, Yesus lebih berpengalaman menghadapi dunia yang membenci-Nya dan menyertai para murid-Nya yang mengalami penderitaan yang serupa. Yesus yang lebih dahulu menderita itu menjadi kekuatan utama bagi murid-murid-Nya. Itu jauh lebih bermakna daripada sekadar solidaritas.

Sabtu, 9 Mei 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.