Katolikana.com – Usai membaca bahan atau materi hari ke-8 Bulan Katekese Liturgi (BKL) Keuskupan Agung Semarang (KAS) bertepatan dengan Bulan Mei sebagai Bulan Maria terbersit dalam benak saya :”Materi atau tulisan ini bagus jika disimpan. Dibuat kliping. Suatu saat bisa dibaca kembali dan direnungkan kembali”.
Materi hari ke-8 memberi katekese, refleksi dan inspirasi yang tidak hanya sekali perlu dibaca namun sering kali perlu dibaca.
Dalam tulisan ini dinyatakan bahwa Ekaristi bukan hanya saat Komuni melainkan juga saat menerima perutusan.
Disinilah inspirasi itu muncul, bahwa Ekaristi menjadi sumber suka cita dan perlu diwartakan, dibagikan, dan diwujudkan dalam suatu tindakan pewartaan kasih bagi yang telah mengalami suka cita Kristus.

Membuat kliping
Banyak orang membuat kliping, menyimpan berita, tulisan, foto, gambar dan artikel menjadi dokumen. Lembaga dan instansi juga tidak sedikit yang membuat kliping sesuai topik atau kepentingan yang diperlukan.
Berawal dari memotong artikel dari surat kabar atau majalah, menyusun dalam ordner, atau di tempel di kertas lalu di “klip” merupakan cara yang dilakukan untuk menyimpan dokumen.
Lembaga seperti Monumen Pers membuat kliping dari koran atau majalah yang pernah terbit. CSIS (Centre for Strategic and International Studies) Indonesia mulai tahun 1971 membuat kliping untuk menyimpan informasi dan kebijakan strategis sebagai bahan analisis dan kajian.
Koleksi Kliping CSIS di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI merupakan hibah berharga dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, berisi ribuan potongan artikel surat kabar mengenai isu strategis yang disusun berdasarkan topik.
Kala dulu membuat kliping menggunakan cara sederhana dan manual : dipotong dan disimpan. Kini di era digital dengan cara difoto, di-screen shoot, scan, dibuat PDF, menggunakan FlipHTML5, slide share, disimpan di google drive, disimpan di aplikasi kliping digital dan lain cara yang lebih praktis.
Catatan penting
Para wartawan membuat kliping karya jurnalistik yang dilakukan. Para siswa membuat kliping yang ditugaskan guru. Petugas arsiparis selain melakukan pengumpulan dokumen, menilai dokumen, mengarsip dan merawat dokumen ada kalanya membuat ‘kliping’ artikel, berita, tulisan dan catatan penting.
Hal ini juga didukung dengan tersedianya link sumber data atau informasi dan sarana penyimpan yang dimiliki.
Di era digital yang kaya informasi dan narasi, mungkin ada satu atau dua “narasi rohani” yang bisa menjadi kliping berharga yang menuntun untuk sesekali dibaca kembali. Kliping itu ada kalanya menjadi “penyegar kembali” melalui teks dan konteks yang tersirat dan tersurat di dalamnya.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta