Katekese Pentakosta: Bukan PHP dan Bukan End User

0 11

Surakarta, Katolikana.com – Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Pentakosta. Hari Raya Pentakosta diperingati setelah 50 hari Hari Raya Paskah, kebangkitan Tuhan. Hari Raya Pentakosta memperingati turunnya Roh Kudus sekaligus kelahiran Gereja.

Homili dalam perayaan liturgi Pentakosta memberikan katekese khusus yang menguraikan misteri iman dan pedoman hidup kristiani berdasarkan bacaan Kitab Suci hari ini.

Berikut katekese Pentakosta yang disampaikan Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF pada Misa Hari Raya Pentakosta, Minggu (24/5/2026) pukul 06.00 WIB di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta.

Sebuah cerita tidak memberi PHP
Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF saat homili membagikan cerita.

Saat saya duduk di dekat Pos Satpam gereja ada seorang remaja putri menghampiri saya dan mengatakan :”Romo, ternyata apa yang dikatakan Romo betul lho!”, katanya.
Saya sedikit bingung, saya pernah berkata apa?

“Saya pernah berkata apa ya?”, tanya saya pada remaja itu.

“Itu lho Romo waktu saya nangis itu!”, katanya.

O, ya saya ingat. Waktu itu remaja itu berdoa, lalu saya sapa:”Kenapa kamu menangis?”

Remaja itu bercerita, menangis karena ayahnya mau dinas ke luar kota pada saat ia berulang tahun. Ia sedih membayangkan hal itu.

Lalu saya mengatakan tidak perlu sedih. Pasti ayahmu akan mengirim kado saat kamu ulang tahun.

Remaja itu mengatakan tidak mungkin karena ayahnya pergi dinas ke luar kota luar pulau.

“Ya sudah. Diingat-ingat saja”, kata saya.

Setelah kejadian itu, pada saat remaja berulang tahun, betul, ayahnya mengirim paket hadiah ulang tahun. Ia merasa gembira.

“Betul Romo, ayah saya mengirim hadiah”, katanya. Remaja ini tidak sadar zaman sekarang bisa dilakukan pengiriman paket meski terbentang tempat dan waktu. Ayahnya benar-benar mengirimkan hadiah ulang tahun.

Ayah remaja ini tidak “PHP”, bukan Pemberi Harapan Palsu.

Janji yang terpenuhi
Sebagai umat Gereja, hari ini kita sedang menyaksikan janji yang Tuhan Yesus sampaikan sebelum Yesus meninggalkan para muridnya untuk kembali, bersatu, naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Yesus tidak “PHP”. Janji Yesus akan memberikan Roh Kudus : dipenuhi. Roh Kudus diterima Gereja. Dirayakan Hari Raya Pentakosta, lima puluh hari setelah Yesus bangkit.

Saat ini mungkin sebagian umat belum menerima Sakramen Krisma. (Mari merenungkan dalam hati).

Sakramen Krisma
Mengapa Sakramen Krisma begitu penting?

Pencurahan Roh Kudus terjadi 2000 tahun yang lalu. Saat ini juga Roh Kudus dicurahkan pada Gereja, diimani umat melalui Sakramen Krisma atau Sakramen Penguatan.

Kita harus menerima Sakramen Krisma sebagai kesatuan menerima babtis dan komuni sebagai sakramen inisiasi.

Sakramen Krisma, Sakramen Pencurahan Roh Kudus memperlengkapi sakramen babtis yang telah diterima. Ibarat benih, sakramen babtis akan bertumbuh dengan adanya air dan sinar dari Sakramen Krisma. Melalui Roh Kudus umat berani menyatakan sebagai “orang Katolik yang dewasa”.

Dewasa diantaranya ditandai sebagai tanda keberanian menyampaikan kesaksian kebaikan-kebaikan Allah.

Gereja harus berani bersaksi. Jangan sampai Gereja menjadi seperti ‘macan ompong’ anggota-anggotanya tidak berani memberikan kesaksian.

“Betapa pentingnya Roh Kudus dalam hidup beriman kita”, ungkap Romo Anggras.

“Seperti Bapa mengutus Aku, kini Aku mengutus kamu. Terimalah Roh Kudus. Cara menerima Roh Kudus inilah dalam Gereja Katolik sebagai Sakramen Krisma”, lanjut Romo Anggras.

“Mari sebagai umat Gereja Katolik kita memohon Roh Kudus, bukan hanya sebagai anggota Gereja Katolik tetapi juga Gereja Apostolik, yang berani diutus.

Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium mengajak kita untuk keluar memberikan kesaksian. Menampakkan dan mewujudkan jati dirinya, agar banyak orang mengenal kita yang memiliki Yesus yang kita imani”, ajak Romo Anggras.

Roh Kudus
“Atas peran itulah kita mengambil bagian ikut melanjutkan karya penyelamatan Allah secara kontinu , dalam hidup keseharian kita di zaman ini. Roh Kudus yang sama, seperti dalam Kitab Yesaya 11:2, Roh Hikmat, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan, Roh Takut akan Allah; sungguh tercurah saat ini ketika kita merayakan Hari Raya Pentakosta”, ungkap Romo Anggras.

Tidak menjadi end user

“Selamat merayakan Hari Raya Pentakosta. Kita diutus untuk memberikan kesaksian, dan bukan sebagai “end user” pengguna akhir, tetapi berani meneruskan kebaikan-kebaikan Allah kepada orang lain”, harap Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF.

Leave A Reply

Your email address will not be published.