Dua Catatan Terakhir Injil Yohanes: Panggilan Pribadi dan Kuasa Kesaksian

0 14

Katolikana.com – Yohanes 21:20-25 menutup Injil keempat dengan dua catatan penting tentang dua murid: Petrus dan Yohanes.

Perikop ini bukan sekadar informasi tambahan, melainkan intisari panggilan dan kesaksian.

Kedua catatan ini mengarahkan setiap pembaca untuk merenungkan panggilan pribadi dan kuasa kesaksian akan Yesus.

Catatan pertama panggilan Petrus
Yesus memanggil Petrus dengan tegas: “Engkau harus mengikuti Aku” (Yohanes 21:22).

Panggilan ini muncul setelah Petrus bertanya tentang nasib murid yang dikasihi Yesus. Tuhan dengan bijak mencegah Petrus mengurusi hidup orang lain.

Fokus Petrus tidak boleh tercerai-berai oleh rasa ingin tahu yang tidak perlu.

Membandingkan panggilan

Ketika Petrus melihat Yohanes, ia bertanya, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia?”

Pertanyaan ini mencerminkan kecenderungan manusia untuk membandingkan panggilan dirinya dengan orang lain. Yesus langsung meluruskan: “Apa urusanmu dengan itu?”

Membandingkan hanya menghasilkan kecemasan dan iri hati, bukan ketaatan.

Inti panggilan mengikuti Yesus

Pesan pertama perikop ini adalah ajakan untuk melaksanakan panggilan Tuhan dengan iman penuh, tanpa terganggu oleh jalan hidup orang lain. Setiap orang beriman memiliki tugas unik yang tidak perlu dibandingkan dengan saudaranya. Ketaatan kepada Yesus adalah ukuran keberhasilannya, bukan yang lain.

Catatan kedua kesaksian Yohanes

Yohanes mengidentifikasi dirinya sebagai murid yang memberi kesaksian tentang semua peristiwa Yesus, dari kehidupan hingga kebangkitan-Nya. Ia menuliskan apa yang dilihat dan didengarnya dengan jujur. Namun ia sadar bahwa karya Kristus jauh lebih besar daripada yang tertulis dalam Injilnya.

Yohanes 21:25 menyatakan bahwa dunia tidak dapat memuat semua gulungan kitab bila seluruh karya Yesus ditulis. Ini bukan ungkapan fisik, melainkan teologis. Manusia yang terbatas tidak akan pernah sepenuhnya memahami seluruh misteri Yesus, Sang Sabda yang menjadi manusia.

Kesaksian tertulis hanyalah pintu masuk menuju iman.

Tindakan nyata orang beriman

Dua catatan ini mengajak orang beriman pada dua tindakan nyata. Pertama, menghidupi panggilan Tuhan tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Kedua, memberi kesaksian berdasarkan catatan Injil yang telah ada.

Caranya sederhana: bacalah Injil, renungkanlah, dan hayatilah dalam hidup sehari-hari.

Fokus pada panggilan dan kesaksian

Umat Kristen modern sering kali sibuk bergosip, membandingkan pelayanan, atau spekulasi teologis yang tidak perlu. Yohanes 21:20-25 membawa kita kembali ke inti: ikutlah Yesus dengan setia dan berilah kesaksian tentang Dia dengan hidupmu.

Tidak perlu menunggu mukjizat besar atau memahami semua misteri. Cukuplah firman yang telah ditulis, dan panggilan yang sedang kita jalani hari ini.

Sabtu, 23 Mei 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.