Tumbuhkan Benih Panggilan Sejak Dini, 130 Anak BIA Paroki St. Yoseph Palembang “Serbu” Provinsialat SCJ

PALEMBANG, KATOLIKANA.Com – Suasana di Provinsialat SCJ (Sacratissimi Cordis Jesu) Sukabangun, Palembang, tampak berbeda dan jauh lebih dinamis dari biasanya pada Minggu pagi (24/5/2026). Sebanyak 130 anak yang tergabung dalam Bina Iman Anak (BIA) Paroki Santo Yoseph Palembang, didampingi para pembina, menggelar kunjungan dinamis ke pusat kongregasi para imam dan bruder Hati Kudus Yesus tersebut.
Kunjungan yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Raya Pentakosta dan masih dalam suasana Minggu Panggilan ini, bertujuan untuk mengenalkan kehidupan membiara (religius) dan Kongregasi SCJ kepada anak-anak sejak usia dini. Kehadiran rombongan besar bocah-bocah cilik ini disambut dengan sukacita dan kehangatan oleh para Romo dan Bruder SCJ, yang bahkan khusus mendirikan tenda di halaman untuk menyambut mereka.

Ketua Seksi Bina Iman Anak Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang, Maria Jelita Tinambunan (MJ), menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat mengalami langsung perjumpaan dengan para pelayan Tuhan dalam suasana yang menggembirakan.
“Anak-anak senang sekali dengan kegiatan ini dan sangat menikmati keseruannya,” ungkap Maria Jelita. Melalui sukacita perjumpaan ini, ia berharap akan tumbuh “moment panggilan” di dalam hati anak-anak yang saat ini berada di rentang usia emas, yaitu 5 hingga 9 tahun.

Ziarah, Edukasi, dan Kegembiraan Iman
Selama berada di kompleks Provinsialat, para anggota BIA mengikuti serangkaian petualangan iman yang edukatif. Mereka diajak mengunjungi Museum Van Oort untuk mengenal lebih dekat visi, misi, serta sejarah karya misionaris Kongregasi SCJ di bumi Sriwijaya. Sebagai bagian dari devosi pada Bulan Maria, anak-anak juga berkumpul di kapel provinsialat untuk menderaskan doa Rosario bersama.
Suasana semakin meriah saat anak-anak diajak mengeksplorasi keasrian alam di sekitar lokasi dengan melihat kebun dan hewan-hewan peliharaan milik komunitas. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah acara cosplay busana liturgis, di mana beberapa anak dengan bangga mengenakan pakaian ala Uskup, Romo, Frater, dan Suster sebuah visualisasi konkret untuk memantik imajinasi mereka tentang hidup membiara.

Pesan Pentakosta: Menjadi Anak Baik Lewat Doa
Puncak dari seluruh rangkaian kunjungan ini adalah Perayaan Ekaristi Hari Raya Pentakosta yang dipimpin oleh Romo Wahyu Triharyadi, SCJ.
Dalam homilinya, Romo Wahyu memperkenalkan satu per satu anggota komunitas yang tinggal di Provinsialat SCJ dan memberikan pemahaman mendasar bahwa hidup para Romo, Pastor, Bruder, Frater, dan Suster seutuhnya dibaktikan untuk melayani Tuhan dan sesama. Romo Wahyu juga mengemas pesan iman melalui cerita ilustrasi tentang ‘cermin kata’.
“Melalui kisah ini, anak-anak diajak untuk menyadari bahwa setiap dari mereka memiliki kemampuan dan talenta yang luar biasa dari Tuhan. Supaya harapan dan cita-cita mereka berhasil, kuncinya adalah selalu mengucapkan kata-kata doa yang baik. Siapa pun yang menaruh harapannya kepada Tuhan Yesus, ia akan dituntun oleh Roh Kudus menjadi anak yang baik,” pesan Romo Wahyu mendalam.

Kunjungan ini menorehkan catatan sejarah tersendiri bagi Provinsialat SCJ Palembang. Romo Andreas Suparman, SCJ mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena ini merupakan pertama kalinya mereka menerima kunjungan dalam skala besar dari kelompok anak-anak BIA paroki. Sukacita anak-anak hari itu menjadi refleksi hidup dari angin segar Roh Kudus yang memperbarui Gereja di Hari Raya Pentakosta.

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.