Matius 6:24-34
Katolikana.com – Bacaan Matius 6:24-34 menghadirkan dua kutub iman yang sangat kontras. Satu sisi, ada manusia yang imannya kecil, penuh kekhawatiran akan kebutuhan hidup. Sisi lain, ada panggilan untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.
Menyertakan Tuhan
Kedua sisi ini menjadi pintu masuk untuk merenungkan bagaimana memandang hidup dan menyertakan Tuhan, Sang Pemelihara kehidupan.
Manusia beriman kecil adalah mereka yang hidupnya dikuasai kecemasan. Mereka khawatir akan makanan, minuman, dan pakaian—hal-hal yang memang penting namun bukanlah tujuan utama hidup.
Kekhawatiran ini bukan sekadar perasaan, melainkan cerminan dari cara berpikir yang keliru tentang siapa Tuhan dan bagaimana Dia memelihara ciptaan-Nya.
Sebaliknya, mereka yang sungguh beriman kepada Tuhan memahami bahwa Allah adalah pemelihara dan penjamin kehidupan.
Iman yang dewasa tidak berarti pasif atau bermalas-malasan, tetapi percaya bahwa di balik setiap usaha ada tangan Tuhan yang bekerja.
Mereka tidak membiarkan kekhawatiran menguasai hati karena mengetahui siapa yang memegang kendali atas masa depan.
Tanda melupakan nilai hidup
Injil hari ini mengingatkan bahwa kekhawatiran adalah tanda melupakan nilai hidup yang sebenarnya. Seringkali ada yang lebih sibuk mencari makanan daripada kehidupan, dan lebih memikirkan pakaian daripada tubuh yang dipakaikan Tuhan.
Seringkali terjadi, ada prioritas yang terbalik, menganggap yang sementara lebih penting daripada yang kekal, dan yang lahiriah lebih berharga daripada yang batiniah.
Tuhan tidak pernah melarang manusia bekerja keras dan berusaha memenuhi kebutuhan.
Namun Dia mengingatkan agar usaha itu tidak berubah menjadi ketergantungan secara buta pada mamon—harta dan kekuasaan dunia yang menjanjikan keamanan palsu.
Mamon selalu membuat haus akan hal duniawi yang lebih, dan dalam kehausan itu, kekhawatiran bertumbuh subur.
Sementara jika beriman akan meyakini akan penampakan, melihat burung-burung di udara dan bunga-bunga di padang. Burung-burung dan bunga-bunga tidak bekerja untuk menyimpan hasil, namun Bapa Surgawi memelihara ciptaan-Nya. Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada burung-burung itu?
Menaruh pengharapan di atas iman
Renungan ini bukan pengajaran untuk bermalas-malasan, melainkan undangan untuk melihat bagaimana alam semesta berproses sesuai dengan kehendak Tuhan.
Mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya berarti menjadikan kehendak Tuhan sebagai prioritas utama. Ketika menaruh penggarapan di atas iman, mensyukuri dan melakukan kehendak-Nya semua kebutuhan hidup akan ditambahkan—bukan secara otomatis – namun dengan penuh upaya dan tanpa kekhawatiran yang berlebihan.
Bekerja dengan tenang karena mengetahui ada Penjamin yang setia di atas segala upaya manusia.
Iman mengalahkan ketergantungan pada mamon. Iman bukan sekadar pengakuan bibir, tetapi sikap hati dan menyerahkan seluruh kehidupan kepada pemeliharaan Tuhan.
Orang beriman tidak kehilangan akal sehat, memilik etos kerja. Bekerja dengan damai, tanpa dikejar-kejar kecemasan akan hari esok.
Melepaskan kekhawatiran yang tidak perlu, mengarahkan pandangan pada Kerajaan Allah, dan percaya bahwa Bapa Surgawi mengetahui apa yang kita butuhkan merupakan sebuah keputusan iman.
Tuhan memegang janji pemeliharaan-Nya dan menuntun untuk beriman kepada Tuhan serta meninggalkan mamon kekhawatiran.
Sabtu, 20 Juni 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.