24 Juni 2026 Peringatan Hari Bidan Nasional

0 16

Surakarta, Katolikana.com – Hari Bidan Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juni, yang juga bertepatan dengan hari lahirnya Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Pada tahun 2026, peringatan ini menandai hari jadi IBI ke-75 dan dirayakan dengan mengangkat tema “Bidan Menguatkan Generasi Sehat, Mewujudkan Indonesia Berkualitas”.

Tema ini juga sering dikaitkan dengan slogan global: “One Million More Midwives” (Satu Juta Bidan Lagi).

Momentum penting
Peringatan Hari Bidan Nasional menjadi momentum penting untuk mengapresiasi peran strategis bidan yakni membantu persalinan dan menjadi garda terdepan dalam persalinan.

Menurut WHO, bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan kebidanan yang diakui secara resmi, berhasil lulus, serta memiliki kualifikasi dan izin legal untuk menjalankan praktik kebidanan.

Mereka adalah tenaga profesional yang diakui untuk memberikan perawatan yang terampil, berpengetahuan, dan penuh kasih sayang.

Peran bidan
Lingkup utama peran bidan meliputi:

Perawatan Maternal: Memberikan asuhan selama masa kehamilan, persalinan, dan pascapersalinan.

Kesehatan Bayi: Merawat dan memantau kesehatan bayi yang baru lahir.

Kesehatan Reproduksi: Memberikan konseling dan pelayanan kesehatan reproduksi serta keluarga berencana.

Definisi ini sejalan dengan standar yang ditetapkan oleh International Confederation of Midwives (ICM). (Link: Maternal Health) https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and-ageing/maternal-health/midwifery

Sejarah pendidikan bidan
Wikipedia mencatat : Sejarah kebidanan di Indonesia dirintis sejak tahun 1851 oleh Dr. W. Bosch di Batavia.

Transformasi profesi ini berlanjut hingga diprakarsakannya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada 24 Juni 1951 oleh tokoh seperti Selo Soemardjan dan Ibu Fatimah.

Saat ini, bidan modern terus dipimpin oleh tokoh seperti Dr. Ade Jubaedah dan Dr. Emi Nurjasmi.

Dr. W. Bosch: Dokter militer Belanda yang mendirikan pendidikan bidan pertama bagi wanita pribumi di Batavia (kini Jakarta) pada tahun 1851.

Pendidikan ini bertujuan mencetak tenaga kesehatan profesional bersertifikat untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Pendidikan bidan pertama tahun 1851, dibuka bersamaan dengan sekolah Dokter Djawa.

Peserta Didik adalah Wanita pribumi, dengan lokasi Rumah Sakit Militer di Batavia (sekarang area RSPAD Gatot Soebroto).

Dok. Nur Janti | 3 Sep. 2019| HistoriA.

Kurikulum pendidikan kebidanan
Kurikulum yang diterapkan meliputi anatomi, fisiologi manusia, teknik persalinan modern, serta pemahaman tentang perawatan yang bersih dan aman.

Pada awal berlangsungnya pendidikan kebidanan tantangan awal yang dihadapi yaitu berlangsung singkat dan sempat ditutup karena kurangnya peserta akibat norma sosial yang melarang wanita keluar rumah.

Pendidikan ini kemudian dibuka kembali pada tahun 1902 di Batavia dan pada tahun 1904 meluas ke Makasar.

Pendidikan kebidanan saat ini berbasis kompetensi dan disesuaikan dengan standar WHO. Pendidikan ini terbagi menjadi jalur vokasi (D3) dan akademik/sarjana (S1), yang wajib dilanjutkan ke Pendidikan Profesi Bidan. Gelar profesi ini merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan Surat Izin Praktik Bidan (SIPB).

Pendidikan kebidanan saat ini berbasis pada Undang-Undang No. 4 Tahun 2019 dan kurikulum baru yang diluncurkan oleh Kolegium Kebidanan.

Kurikulum menitikberatkan pada 7 area kompetensi: etik, komunikasi efektif, keterampilan klinis, promosi kesehatan, dan keselamatan pasien.

Kolegium Kebidanan bersama Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) pada tahun 2025, meluncurkan Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia.

Garda terdepan
Kurikulum ini dirancang untuk menciptakan standardisasi mutu dan memperkuat peran bidan sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan ibu dan anak di seluruh nusantara.

Tujuan Utama untuk menghasilkan lulusan bidan yang memiliki kompetensi klinis unggul, kemampuan interpersonal yang kuat, serta siap menghadapi tantangan layanan kesehatan modern.

Kerangka pengembangan ini mendapatkan dukungan institusi berbagai organisasi profesi dan lembaga internasional seperti UNFPA, guna memastikan kualitas pendidikan merata secara nasional.

United Nations Population Fund (UNFPA) atau Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ini adalah badan PBB yang berfokus pada isu-isu kesehatan seksual dan reproduksi, kesetaraan gender, serta pembangunan kependudukan.

Misi utamanya adalah memastikan setiap kehamilan diinginkan, persalinan aman, dan potensi kaum muda terpenuhi.

Selamat memperingati Hari Bidan Nasional seraya menyanyikan Mars Ikatan Bidan Indonesia.  Link https://youtu.be/M1-LZpK6YKg?si=oWeAUKmOFoDcaqQa(*)

Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber referensi.

Flyer ucapan selamat memperingati Hari Bidan Nasional (Dok. RS. Brayat Minulya Surakarta)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.