Menolak Mendengarkan Tuhan

Yeremia 26:1-9; Matius13:54.55.56b-58

0 12

Katolikana.com – Membaca secara mendalam dan tenang dua bacaan ini, kita langsung bisa melihat nada negatif dari keduanya. Baik Kitab nabi Yeremia maupun Injil Matius berbicara tentang sikap orang dalam menanggapi sabda Tuhan.

Menolak Tuhan
Bacaan pertama melukiskan sikap suatu bangsa yang menolak teguran dari Tuhan. Lebih buruk dari itu, mereka menangkap Yeremia dan berkata, “Engkau harus mati. Mengapa engkau bernubuat demi nama Tuhan dengan berkata, ‘Rumah ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tak ada lagi penduduknya?” (Yeremia 26:8-9). Betapa keras hati mereka!

Pola yang sama tampak dalam sikap para tetangga Yesus ketika Ia kembali ke kampungnya. Mula-mula mereka mendengarkan dengan baik dan takjub. Namun kemudian mempertanyakan kuasa pengajaran-Nya. Lebih buruk dari itu, mereka menolak Dia (Matius 13:57).

Menanggapi sikap mereka Yesus melakukan dua hal.
Pertama, Dia mengingatkan mereka akan fakta bahwa nabi tidak diterima di rumahnya sendiri. Dengan itu Dia menegaskan bahwa Diri-Nya adalah seorang nabi.
Kedua, Dia tidak mengerjakan banyak mukjizat di sana. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena mereka tidak mau percaya.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sabda Tuhan pada hari ini? Pertama, betapa sulitnya melihat kesalahan atau keburukan dalam diri sendiri dan berusaha mengubahnya (bertobat). Alih-alih berubah, orang menyalahkan sesama yang menegurnya.

Tidak jarang ditemukan ada pemimpin yang dikritik kepemimpinannya namun tidak suka dengan yang menyampaikan kritik.

Kedua, sikap tegar hati dan tidak mau mendengarkan Tuhan menghalangi turunnya rahmat Tuhan. Bangsa Israel menerima hukuman dari Tuhan karena mendengarkan pesan lewat nabi-Nya. Tetangga Yesus tidak mengalami mukjizat Yesus yang menyelamatkan.

Teguran di zaman sekarang
Sabda Tuhan senantiasa relevan. Hal itu tampak dari bacaan-bacaan yang direnungkan ini. Itu bukan sabda di masa lalu dan tentang orang-orang zaman dahulu, melainkan tentang manusia pada masa kini.

Artinya, manusia sejak dahulu sampai saat ini sulit untuk diajak bertobat dan berubah.

Bagaimana dengan kita selama ini? Apakah kita dengan rendah hati dan semangat terbuka mau menerima sabda Tuhan yang menegur dan mengajak kita untuk berubah?

Atau kita menolak mendengarkan Tuhan?

Jumat, 31 Juli 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.