Surakarta, Katolikana.com –
Tidak kurang dari 850 umat di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta ikuti Jalan Sehat memeriahkan HUT Paroki Ke-41 dan HUT RI Ke-81, pada Sabtu (15/6/2026) pukul 06.00.
Peserta mengenakan dress code merah dan putih dengan suka cita menelusiri rute jalan sehat ( tidak sedikit pula yang menjadikannya sebagai Fun Run) melewati Rute Gereja, Jalan Siwalan, Jalan Basuki Rahmat, Wedangan Gareng belok kiri, Jalan disucipto, Depan Ursulin dan kembali ke Gereja Santo Paulus Kleco.
Sampai kembali di Halaman Parkir Barat Gereja Santo Paulus Kleco dilanjutkan dengan acara ramah tamah sukacita.
Kepala Paroki Santo Paulus Kleco berkenan mengibarkan bendera start. Anak-anak, remaja, OMK, orang dewasa dan umat adi yuswa, para suster MASF dan Suster Ursulin bergerak berjalan dengan semangat sehat. Bukan hanya raga namun juga sehat jiwa dan kerohanian.

Peserta jalan sehat sampai di titik depan SMP SMA Susteran Ursulin tampak mendapatkan sambutan dan dukungan yang menggembirakan dengan dibagikan minuman oleh para suster OSU dan beberapa pegawai, karyawan, Satpam Ursulin.

Jalan sehat kali ini juga dimeriahkan dengan lomba menghias mahkota yang terbuat dari kertas tebal. Lomba untuk anak-anak dan remaja dipersiapkan dari rumah, dibawa saat jalan sehat dengan penilaian Kreativitas, Kerapian, Keindahan, dan Kesesuaian pada penilaian.

Jalan sehat mengingatkan akan makna peziarahan. Berjalan, berhenti di stase perhentian, melanjutkan perjalanan kembali ke tempat tujuan yang bermakna.
Sailing perjalanan mengarungi lautan
Saat beristirahat, melepas lelah dan ramah tamah umat, satu diantara isian ditampilkan isian dari Romo Bernardinus Haryasmara, MSF yang menyanyikan Lagu “Sailing”. Lagu ini dipopulerkan oleh Rod Stewart bermakna tentang perjalanan hidup seseorang yang penuh rintangan untuk kembali kepada orang yang dicintainya atau pencarian kedamaian batin.

Perjalanan menggambarkan usaha manusia melintasi lautan luas sebagai simbol perjuangan hidup. Hal ini meneguhkan pengharapan dan keteguhan serta keyakinan bahwa badai pasti berlalu dan badai kehidupan bisa ditaklukkan. Sikap pasrah diri kepada Sang Pencipta dalam perjalanan hidup akan sampai tujuan bermakna. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta