In Memoriam Yustinus Sigit Giri Purwana : Waka II DPPH Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten

0 15

Klaten, Katolikana.com – Kepergian seseorang menghadap Tuhan, tidak bisa diperkirakan. Tidak ada tanda-tanda, keluhan sakit atau hal-hal lain pertanda seseorang akan dipanggil Tuhan karena kasih-Nya.

Yustinus Sigit Giri Purwana menghadap Tuhan pada Sabtu (29/8/2029) pukul 11.45 WIB.

Kepergiannya menghadap Tuhan mengejutkan, meninggalkan kesedihan, duka yang mendalam.

Hal ini dirasakan oleh keluarga, istri, putra-putri, cucu, teman kerja, Romo Paroki, anggota Dewan Paroki, umat, tetangga, kerabat dan lainnya yang mendengar kabar Yustinus Sigit Giri Purwana menghadap Tuhan.

RIP Yustinus Sigit Giri Purwana

Misa requiem
Perayaan Ekaristi Requiem yang dipersembahkan untuk mendoakan kedamaian jiwa Yustinus Sigit Giri Purwana  dipimpin oleh Kepala Paroki Gereja Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten Jawa Tengah Romo Robertus Hardiyanta, Pr., pada Minggu (30/8/2026). Perayaan Ekaristi dihadiri keluarga, para romo, suster, umat Paroki Gondangwinangun, kerabat, saudara, teman kerja dan para tetangga. Tidak kurang dari 1000 pelayat hadir memberikan penghormatan terakhir.

Yustinus Sigit Giri Purwana adalah Wakil Ketua II  Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH) Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten. Ia dikenal sebagai Ketua II Dewan Paroki yang “mumpuni”, kompeten dan memiliki berbagai talenta baik dalam bidang seni musik, seni lukis, budaya Jawa dan hidup menggereja maupun bermasyarakat.

“Pak Sigit dalam menjalankan tugas sebagai Dewan Paroki bisa melaksanakan tugas apa saja. Kenangannya yang dipersembahkan untuk Gereja Gondang adalah Mars Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun. Maka untuk mengiringi menghadap Bapa di Surga kita menyanyikan Mars Santo Yusuf Pekerja yang dipersembahkan oleh Pak Sigit”, ajak Romo Robertus Hardiyanta, Pr pada para anggota DPPH dan umat pada akhir Perayaan Ekaristi Requiem.

Sejak menjadi Mudika (Muda-mudi Katolik)- saat penulis mengenalnya – Sigit merupakan anggota Mudika yang memiliki banyak Talenta. Ia pernah melukis “Bunda Maria membawa Bola Dunia”.

Pegawai disiplin
Pagi pada Sabtu (29/8/2026) Sigit bersama teman-teman kantor Penerbit Percetakan Intan Pariwara Klaten baru saja mengikuti Acara Jalan Sehat Perayaan 17 Agustus 2026.

Selesai jalan sehat dilanjutkan perayaan 17-an. Sigit sempat bermain musik band bersama teman-teman kantor (Cuplikan video rekaman memainkan keyboard dan menyanyikan Lagu Koes Plus Andaikan Kau Datang).

Setelah itu istirahat. Sigit masuk ruang kantor dan tertidur. Namun tidurnya mendengkur keras tidak seperti biasa orang tidur. Lalu didekati teman-temannya, dan teman-temannya merasa curiga, lalu dibawa ke RSU Islam Klaten sudah meninggal pukul 11.45 WIB.

“Bagi rekan-rekan karyawan di PT Intan Pariwara, Sigit dikenal sebagai sosok pribadi yang multi talenta. Punya pemikiran kritis, kreatif.

Mars Intan Pariwara juga dibuat oleh Sigit yang memberi semangat pekerja memiliki semangat kerja lebih. ( Mencerdaskan kehidupan bangsa itu tugas mulia….Giat bekerja rajin berkarya itulah semboyan kita …)

Ia sering memberikan ide-ide di luar kebiasaan. Out of the box. Ia disiplin. Menyukai sastra Jawa. Dipercaya memantau bidang produksi selalu mengarahkan untuk tepat waktu. Ia disiplin”, kata Direktur Utama PT Intan Pariwara yang diwakili Rudiyanto dalam sambutan saat hari berkabung.

Tidak menyimpan dendam
Keluarga mencatat Yustinus Sigit Giri Purwana seorang bapak yang senantiasa mengajak keluarganya untuk mengasah kemampuan mengampuni pada orang lain.

“Tidak menyimpan dendam. Hidup merupakan kesempatan untuk melayani. Ia seorang bapak yang baik”, kata putra pertamanya Y. Barata Wahyu Utama dalam sambutan keluarga.

Terlalu sedih dikenangkan, namun selalu indah kenangan hidup yang dibagikan Yustinus Sigit Giri Purwana bagi pelayanan di Gereja dan sosok pekerja inspiratif di tempat kerja.

Semoga damai di surga Yustinus Sigit Giri Purwana. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.