Putri Indonesia Papua Barat 2023 Veronica Windy Semangati Ribuan OMK di Papua Youth Day II

Media sosial menjadi sarana kebaikan, bukan arena pertengkaran

0 287

Nabire, Katolikana.com—Papua Youth Day (PYD) II di Nabire tahun ini menghadirkan banyak wajah inspiratif. Salah satunya adalah Puteri Indonesia 2023 perwakilan Papua Barat, Veronica Angelina Windy Hapsari yang hadir sebagai pembicara sekaligus motivator bagi ribuan Orang Muda Katolik (OMK) se-Regio Papua.

Kehadirannya bukan sekadar menambah semarak acara, tetapi menegaskan pentingnya kolaborasi, refleksi diri, dan penggunaan media sosial yang bijak.

Saat diwawancarai Katolikana di sela kegiatan outbond di Pantai Gedo, Windy tak ragu menyebut PYD II sebagai ajang istimewa.

“Kegiatan ini sungguh positif, melihat semangat OMK yang siap melayani dan menjadi inspirasi bagi teman-teman lain,” ujarnya dengan antusias.

Baginya, PYD bukan hanya pertemuan ritual, melainkan ruang belajar, bertumbuh, dan meneguhkan iman. Outbond, seminar, hingga live in menjadi kesempatan emas bagi OMK untuk belajar kerja sama dan kekompakan di tengah keberagaman Papua.

“Melalui materi dari Mgr. Pius, Pak Egi, dan motivator lain, saya harap wawasan OMK Papua semakin terbuka. Mereka akan menjadi inspirasi bagi OMK di daerah masing-masing,” lanjut Windy dengan mata berbinar.

Membangun Citra Diri yang Otentik

Dalam sesi seminar, Windy menekankan pentingnya media sosial sebagai alat membangun citra diri positif. Bukan sekadar tempat memamerkan foto atau pencitraan semu.

“Media sosial bisa membuka peluang karir kita. Jika citra kita positif, kredibilitas kita akan meningkat, dan kesempatan-kesempatan baru terbuka,” jelasnya.

Namun Windy mengingatkan, citra diri harus dibangun secara otentik. “Kita mau dilihat positif, tapi tidak mau jadi orang yang palsu. Kunci utama adalah konsisten dengan nilai dan keyakinan yang kita bawa.”

Ia mengajak OMK untuk merefleksikan nilai-nilai hidup mereka sebelum menampilkan diri di ruang digital. “Apakah nilai utama kita integritas, kejujuran, kemampuan bersosialisasi, atau kepedulian pada sesama? Ketika kita mengenali nilai itu, kita akan menampilkan citra diri yang sesuai, bukan sekadar keren di luar tapi kosong di dalam.”

Puteri Indonesia Perwakilan Papua Barat 2023 Veronica Angelina Windy Hapsari. Foto: idntimes.com

Kenali Potensi Diri Sejak Muda

Windy juga menegaskan pentingnya mengenali potensi diri sejak muda. “Misalnya kamu suka matematika. Mungkin itu menakutkan bagi orang lain, tapi menyenangkan bagimu. Kenali potensi itu. Kita tidak akan pernah menghargai diri jika tidak mengenali kelebihan dan kekurangan kita.”

Putri Indonesia perwakilan Papua Barat 2023 ini mengingatkan, kebebasan di media sosial bukan berarti tanpa batas. “Kita perlu analytical thinking dan critical thinking. Saat ingin menulis status atau meneruskan berita, kita harus ingat nilai-nilai yang kita pegang. Jangan asal share berita hoaks atau isu SARA.”

Menurutnya, orang yang mudah meneruskan berita tanpa berpikir akan dilihat sebagai pembawa masalah, bukan pembawa damai. “Media sosial seharusnya menjadi sarana kebaikan, bukan arena pertengkaran,” tegasnya.

Berdaya dan Menginspirasi

Veronica Angelina Windy Hapsari hadir di PYD II bukan hanya sebagai selebriti, tetapi sebagai sahabat dan mentor bagi OMK. Ia menegaskan pentingnya membangun kolaborasi, saling meneguhkan dalam iman, dan menghadirkan media sosial sebagai ruang untuk menebar kasih, bukan kebencian.

Papua Youth Day II telah menegaskan satu hal: Generasi muda Katolik Papua bukan hanya kuat dalam iman, tetapi juga cerdas dan berkarakter.

Mereka siap menjadi cahaya di tanah Papua dan di mana pun mereka diutus. Karena di ujung semua proses ini, hanya ada satu tujuan: memuliakan Allah melalui hidup yang otentik dan penuh kasih, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.