Refleksi Bacaan Injil Jumat (16/1/2026) Romo Albert Herwanta, O.Carm.

Katolikana.com – Kutipan Injil Markus 2:1-12, menggambarka kisah yang begitu hidup tentang empat orang yang membawa sahabatnya yang lumpuh kepada Yesus. Ketika tidak dapat masuk melalui pintu karena kerumunan orang, mereka tidak menyerah.
Mereka menunjukkan keberanian dan ketekunan, membongkar atap rumah serta menurunkan orang lumpuh itu tepat di hadapan Yesus.
Dimensi pelayanan
Kisah ini menampakkan dimensi pelayanan Yesus yang tidak terpisahkan.
Pertama, respons awal-Nya terhadap iman mereka: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni” (Markus 2:5).
Kata-kata ini mengejutkan para ahli Taurat yang hadir, yang segera berpikir dalam hati bahwa Yesus menghujat Allah.
Kemudian Yesus menunjukkan otoritas kedua: “Agar kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa, … Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” (Markus 2:10-11).
Apa yang terjadi? Orang lumpuh itu bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan berjalan keluar di depan mata mereka semua.
Pelayanan secara utuh
Dalam perikop ini, Yesus memperlihatkan bahwa pelayanan-Nya menyentuh manusia secara utuh—rohani dan jasmani. Dia tidak hanya menyembuhkan fisik tetapi terlebih dahulu memberikan pengampunan yang lebih mendasar.
Bagi orang lumpuh itu, mungkin yang paling diinginkannya adalah kesembuhan fisik, tetapi Yesus melihat kebutuhan yang lebih dalam, yakni pembebasan dari dosa.
Apakah yang dapat kita renungkan? Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk meneladani pelayanan Yesus yang holistik.
Iman perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa orang kepada Kristus—bahkan dituntut usaha ekstra dan keberanian.
Sabda itu juga mengingatkan transformasi sejati selalu dimulai dari dalam, dari pengampunan dan memulihkan relasi dengan Tuhan, yang kemudian memancar keluar dalam kehidupan yang dipulihkan.
Iman komunitas
Tokoh-tokoh dalam cerita ini—keempat sahabat yang setia dan orang lumpuh yang pulih secara total—mengingatkan bahwa iman yang aktif dan komunitas yang saling mendukung dapat mengatasi rintangan apa pun untuk membawa sesama kepada Yesus Kristus, Sang Sumber pengampunan dan pemulihan sejati.
Bagaimanakah kita meletakkan diri kita di hadapan Yesus? Apakah kita menyadari bahwa kita memerlukan penyembuhan yang utuh atau holistik (jiwa dan badan)?
Apakah kita menjadi bagian aktif dari komunitas yang mendukung satu sama lain dan menyembuhkan ?
Ataukah hanya berpikir dan hidup demi kepentingan diri sendiri belaka?
Jumat, 16 Januari 2026
HWDSF
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.