Surakarta, Katolikana.com – Alam seringkali menghadirkan momen untuk refleksi. Bukan di layar ponsel buatan AI.
Sepasang burung gereja berayun-ayun diatas ranting pucuk pohon cemara. Angin yang cukup kencang berhembus, menggerakkan ranting dan menjadikan sepasang burung bergerak seperti berayun-ayun.
Dibalik dinding bangsal rumah sakit, seolah memberi peneguhan bahwa Sang Pencipta hadir secara alami memberi gerak penguatan untuk selalu berpengharapan akan kesembuhan bagi penderita sakit.
“Invisible hand” dan “visible hand”, tangan Tuhan yang tidak kelihatan dan doa, tangan para dokter, perawat, obat, asupan gizi dan lain-lain serta perhatian keluarga memberi daya dukung kekuatan untuk kesembuhan.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta