Katekese Paskah

0 65

Perayaan Ekaristi, Vigili Paskah I, Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Sabtu (4/4/2026) Pukul 17.00 WIB

Surakarta, Katolikana.com – Ekaristi Vigili Paskah (Malam Paskah) merupakan perayaan tertinggi yang melambangkan peralihan dari kegelapan menuju terang Kristus yang bangkit. Kebangkitan membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang benar, mendamaikan manusia dengan Allah, dan memberikan harapan kekal.

Kebangkitan Kristus menandai ciptaan baru. Manusia dibebaskan dari dosa dan mengambil bagian dalam hidup Allah.

Perayaan Ekaristi Vigili Paskah I di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Sabtu (4/4/2026) pukul 17.00 dipimpin Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF dan Romo Bernardinus Haryasmara, MSF.

Rangkaian perayaan Malam Paskah dilaksanakan : Ritus Cahaya pemberkatan api baru dan Lilin Paskah sebagai lambang Terang Kristus. Liturgi Sabda pembacaan kisah keselamatan. Liturgi Baptis pemberkatan air baptis, dan pembaruan janji baptis oleh seluruh umat dan dilanjutkan Liturgi Ekaristi.

Katekese Paskah
Katekese Paskah adalah pengajaran iman Katolik mengenai kebangkitan Yesus Kristus, inti misteri iman dan perayaan kemenangan atas dosa dan maut.

Paskah bukan sekadar peringatan historis, melainkan perjumpaan iman yang membawa sukacita, hidup baru dalam Kristus, dan puncak dari seluruh tahun liturgi.

Romo Benardinus Haryasmara, MSF dalam homili menyampaikan ulasan atau katekese tentang paskah.

Menurut Romo Haryasmara, MSF, umat Santo Paulus Kleco dengan sukacita, memenuhi gereja, mengikuti Vigili Paskah dan mendengarkan bacaan yang banyak dan harapannya semakin berkobar-kobar merayakan paskah dan Ekaristi menyambut Tubuh dan Darah Kristus.

Bacaan-bacaan sudah jelas mengantar Kebangkitan Yesus Kristus.

Selanjutnya Romo Haryasmara, MSF mengungkapkan bahwa Tuhan Yesus mau menderita, wafat dan bangkit memberikan penebusan dosa-dosa manusia dan mengangkat umat-Nya menjadi anak-anak Allah.

Paskah Bangsa Israel

Paskah, menurut Romo Haryasmara, MSF, artinya peralihan. Peralihan seperti Bangsa Israel dari perbudakan, dari penjajahan di Mesir, pergi menuju tanah terjanji yang dipimpin oleh Musa. Allah, seperti bacaan I, ingin segala sesuatu baik adanya. Seandainya Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, tidak ada dosa asal dan tidak ada peristiwa Paskah karena manusia hidup suci di hadapan Allah. Paskah bagi Bangsa Israel peralihan dari perbudakan menjadi orang merdeka.

Perayaan Ekaristi Vigili Paskah I di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Sabtu (4/4/2026) pukul 17.00

Paskah Kristiani

Paskah dalam penghayatan orang Kristiani adalah peralihan dari gelap menuju terang. Gelap karena dosa sebelum penebusan oleh Kristus. Melalui pembabtisan dan menjadi anggota Gereja serta penebusan Kristus umat Allah menjadi terang.

Paskah merupakan peralihan dari mati menuju hidup. Kebangkitan Yesus Kristus yang telah wafat, menebus dosa-dosa manusia dengan pengorbanan-Nya.

Ia telah bangkit dari antara orang mati. Paskah yang kita rayakan menjadikan kita bangkit dari antara orang mati. Pembabtisan yang kita terima memberikan harapan akan hidup selama-lamanya. Pengahayatan iman ini menjadikan kita bangga, bahagia akan Yesus Kristus yang datang dari surga ke dunia untuk bersama dengan manusia.

Ia wafat dan bangkit serta mengangkat umat Allah menjadi anak-anak Allah. Umat Alllah tidak lagi menjadi anak-anak dosa atau budak dosa tetapi menjadi anak-anak Allah.

Bahagianya orang yang menjadi anak-anak Allah yang dapat bahagia dan penuh sukacita.
Allah menebus manusia bukan dengan emas atau perak tetapi dengan darah-Nya yang sangat mahal.
Kristus berani menanggung penderitaan yang tidak bisa ditanggung manusia. Peristiwa Minggu Palma dan Jumat Agung menunjukkan kesetiaan Kristus yang diam, berserah mengikuti kehendak Allah.

Upacara Liturgi Cahaya penyalaan Lilin Paskah dalam Perayaan Ekaristi Vigili Paskah I di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Sabtu (4/4/2026) pukul 17.00 WIB. (Foto Ist.)

Upacara cahaya

Upacara cahaya pada Malam Paskah merupakan lambang bahwa Kristus yang telah bangkit akan bercahaya melalui Roh-Nya dan mengisi diri kita dengan Roh Ilahi sehingga kita memiliki hidup ilahi di hadapan Allah.

Kristus telah memberikan diri seutuhnya bagi manusia.
Sebagai anak-anak Allah dan sebagai murid-murid Kristus kita diajak membalas kasih Kristus dengan memberikan kasih kebaikan bagi sesama.

Perayaan Ekaristi Vigili Paskah I di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Sabtu (4/4/2026) pukul 17.00 dipimpin Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF dan Romo Bernardinus Haryasmara, MSF.

Tetap Cinta Yesus

Pada akhir homili Romo Haryasamara, MSF mempersilahkan Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF untuk menyanyikan Lagu
Tetap Cinta Yesus, bersama dengan umat.

Tetap Cinta Yesus – Citra Scholastika
Ku mau cinta Yesus selamanya
Ku mau cinta Yesus selamanya
Meskipun badai silih berganti dalam hidupku
Ku tetap cinta Yesus selamanya

Ya Abba Bapa ini aku anak-Mu
Layakkanlah seluruh hidupku
Ya Abba Bapa ini aku anak-Mu
Pakailah sesuai dengan rencana-Mu

Leave A Reply

Your email address will not be published.