Membawa Pulang Homili: Perjalanan Menuju Emaus, dari Burnout ke Perubahan Hidup

0 70

Homili Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF pada Misa Minggu Paskah III di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Minggu (19/4/2026), Pukul 06.00 WIB

Surakarta, Katolikana.com – Perjalanan ke Emaus menggambarkan perjalanan kekecewaan, keputusasaan dan kekalahan. Pengalaman ini pernah dialami semua orang. Kecewa pada Tuhan karena doa tidak dikabulkan. Kecewa pada pasangan hidup, keluarga, teman, orang lain siapa saja yang membuat putus asa. Harapan tidak terlaksana, rencana gagal, kesetiaan dikhianati, ketekunan tidak membuahkan hasil, peristiwa kematian dan berbagai penyebab menjadikan kekecewaan.

Terjadi peristiwa ‘burnout’. Habis. Terbakar semua.

Perjalanan kekecewaan
Perjalanan kekecewaan, keputusasaan tidak dialami seorang diri. Belajar dari perjalanan Emaus, pesan yang bisa ditangkap, ketika mengalami ‘burnout’ jangan lepas dari Tuhan.

Mencari pencerahan, meskipun saat menghadapi tantangan Tuhan serasa jauh.

Tuhan sumber kebaikan. Ketika persoalan di letakkan pada urusan dengan Tuhan, Tuhan akan memberi yang dimiliki, yakni kebaikan.

Ketika dua orang murid akan kembali ke Emaus, mereka mengalami ‘burnout’ akan meninggalkan Tuhan.

Tuhan menyertai perjalanan mereka. Tuhan memberi pencerahan dengan menjelaskan Kitab Suci, mengobarkan hati mereka, mengadakan perjamuan makan malam (Ekaristi) dan mengubah mereka memiliki mindset untuk kembali ke Yerusalem mewartakan Yesus yang telah bangkit.

Yesus makan bersama dua murid di Emaus (Gambar : Keuskupan Purwokerto)

Sumber pencerahan
“Tuhan kebaikan apa yang akan Engkau berikan dengan pengalaman kekecewaan, keputusasaan dan kegagalanku?”

“Pengalaman Emaus” yang dialami dua orang murid, menunjukkan pengalaman Tuhan memberi pencerahan.

Kini, Tuhan bisa ditemukan dalam Ekaristi. Menerima Tuhan, sabda-Nya akan menuntun.

Yesus bangkit mengatasi ruang dan waktu. Peristiwa kebangkitan terjadi dua ribu tahun lebih. Yesus hidup, maka Yesus bisa juga hidup saat ini, saat terjadi kekecewaan dan keputusasaan.

Tuhan tetap bekerja, seperti Tuhan bekerja dalam perjalanan ke Emaus.

Keyakinan dalam Tuhan ada kemenangan. Yesus bangkit untuk mengatasi kemanusiaan. Dia menang atas maut.

Dalam pergumulan hidup, ada Yesus yang bisa ditemui dalam Ekaristi.

Ada kemenangan
Ingatan sebuah lagu yang meneguhkan: Lagu Dalam Nama Yesus.
Lyriknya:
Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, ada kemenangan.
Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, iblis dikalahkan.
Dalam nama Tuhan Yesus, siapa dapat melawan.
Dalam nama Tuhan Yesus, ada kemenangan.

Dari burnout ke change life

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang dialami dua murid Yesus yang melakukan perjalanan ke Emaus.

Mereka kecewa, putus asa. Mereka masih berpegang pada harapan “Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel”. Mereka belum paham kematian-Nya, kebangkitan-Nya setelah tiga hari, dan warta yang membingungkan: “Bangkit tetapi Dia tidak mereka lihat”.

Perubahan hidup (change life) berawal dari mengubah hati. Pengalaman Emaus terjadi perubahan hati ketika mereka mengalami rasa berkobar-kobar lalu mengalami perubahan pikiran kembali ke Yerusalem dan mengalami perubahan tindakan untuk mewartakan kebangkitan setelah disadarkan dengan peristiwa makan bersama (Ekaristi).

Pengalaman Emaus menjadikan dua orang murid mengenali (recognize) Yesus saat makan bersama, membalikkan atau mengatasi (reverse) keraguan bahwa Yesus bangkit dan mentransformasi perubahan hati dan pikiran serta memiliki ketahanan (resilience) iman untuk mewartakan bahwa Yesus bangkit pada kesebelas rasul di Yerusalem.

Leave A Reply

Your email address will not be published.