Iman Kristen sebagai Anugerah Allah

0 19

Kisah Para Rasul 6: 8-15; Yohanes 6:22-29

Katolikana.com – Iman Kristen itu pemberian yang berasal dari Tuhan. Kaum beriman Kristiani bersyukur karena telah menerima anugerah besar itu.

Lebih dari itu, mereka bisa beriman, karena Allah berkarya di dalamnya. Karena itu, orang tidak dapat melawan mereka yang sungguh-sungguh beriman.

Stefanus penuh iman
Bacaan pertama (Kisah Para Rasul 6:8-15) menegaskan hal itu. Stefanus yang penuh iman, kebijaksanaan, dan Roh Kudus dengan gagah berani menghadapi lawan-lawannya yang berdebat dengannya. Karena kewalahan, mereka menggunakan argumen dan saksi palsu.

Namun Stefanus tidak takut. Saat berhadapan dengan Mahkamah Agama wajahnya bercahaya seperti malaikat.

Bekerja untuk makanan hidup kekal
Injil yang kita baca mewartakan hal serupa. Ketika banyak orang mencari Yesus dan menemukannya, Tuhan Yesus bersabda bahwa mereka mencari Yesus bukan karena melihat tanda, melainkan karena telah kenyang makan roti (Yohanes 6:26).

Selanjutnya Yesus bersabda, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal’ (Yohanes 6:27).

Lalu mereka bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” (Yohanes 6:28).

Yesus menjawab, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yohanes 6:29).

Maknanya adalah bahwa iman kepada Yesus Kristus merupakan inti dari “pekerjaan” yang Allah kehendaki dari manusia.

Dengan itu, Yesus mengoreksi pandangan legalistik mereka—bahwa keselamatan diperoleh melalui serangkaian perbuatan atau ketaatan ritual.

Iman anugerah Allah
Sebaliknya, satu-satunya “pekerjaan” yang benar di mata Allah adalah memercayai Yesus sebagai utusan dan pemberi hidup kekal. Dengan kata lain, keselamatan itu tidak berdasarkan pada usaha manusia, melainkan menerima anugerah Allah melalui iman kepada Putra-Nya.

Jadi, orang bisa mengimani Allah dalam Yesus itu anugerah. Tidak semua orang menerima anugerah itu. Apakah kita menyadari, mensyukuri, dan berusaha menghayatinya dengan baik dan konsisten?

Senin, 20 April 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.