2 Petrus 1:1-7; Markus 12:1-12
Katolikana.com – Dua bacaan pada hari ini merajut satu pesan penting, yakni anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Memang, bentuk dan bobotnya berbeda. Namun intinya serupa.
Perumpamaan yang Yesus kemukakan kepada para imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua jelas mengingatkan mereka akan anugerah. Bukankah pemilik kebun anggur itu menganugerahkan hak mengelola kepada para penggarap? Sayangnya, mereka gagal mempertanggungjawabkan kepercayaan atau anugerah itu.
Para penggarap itu lupa diri dan berusaha merampas milik tuan kebun anggur dengan membunuh anaknya. Akibatnya, tuan itu membinasakan mereka. Para imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua paham akan arti perumpamaan itu.
Janji yang berharga
Bagaimana dengan bacaan pertama? Santo Petrus dalam suratnya menyebut secara eksplisit anugerah Tuhan, yakni janji yang berharga dan amat besar. Berkat janji itu kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Itu anugerah luar biasa yang mesti dijaga.
Bagaimana menjaganya? Kita mesti berusaha menambahkan pada iman kita kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara dan semua orang. Santo Petrus memberikan langkah nyata yang mudah dipahami. Namun memahami tidak otomatis mampu menghayati.
Meski sama-sama berbicara tentang anugerah, masing-masing menampilkan cara berbeda dalam menyikapinya. Yang pertama menunjukkan manusia yang tidak bersyukur dan mawas diri. Sedang yang kedua menasihati agar orang memelihara anugerah itu.
Mempertanggungjawabkan anugerah
Sabda Tuhan tersebut mengajak kita untuk melihat anugerah yang telah kita terima. Apakah anugerah itu dan bagaimana selama ini kita mensyukuri, menjaga, dan mempertanggungjawabkan anugerah itu?
Pertama, anugerah itu bisa berupa kehidupan yang kita jalani. Apakah kita sudah mensyukuri dan menjaga hidup kita secara baik? Kedua, Tuhan memberikan bakat, kemampuan, dan kesempatan. Ketiga, kepada sebagian orang diberikan kekuasaan. Mereka yang menggunakan kekuasaan sesuai marwahnya akan dianugerahi berkah. Sebaliknya, yang menggunakan kekuasaan secara tidak bijaksana dan sesuka hatinya akan dipaksa turun tahta sebelum waktunya. Orang mesti mempertanggungjawabkan pemberian Tuhan.
Senin, 1 Juni 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.