Teladan Barnabas dan Amanat Kristus

0 15

Kisah Para Rasul 11:21b-26 & 13:1-3; Matius 10:7-13

Katolikana.com -Hari ini Gereja memperingati Santo Barnabas, rasul (utusan Tuhan).

Tugas mulia

Menjadi utusan Tuhan bukan sekadar gelar, melainkan panggilan hidup yang menuntut karakter, keberanian, dan sikap tergantung secara penuh kepada-Nya. Sabda Tuhan yang kita baca memberikan gambaran utuh tentang tugas mulia ini.

Pertama, karakter utusan menentukan kualitas perutusan. Barnabas disebut sebagai “orang baik, penuh Roh Kudus, dan iman” (Kis 11:24). Kebaikan membuatnya rendah hati, Roh Kudus memimpin setiap langkah, dan iman menjadi kunci melihat kuasa Allah bekerja. Tanpa ketiga fondasi ini, seorang utusan mudah goyah.

Kedua, utusan mesti siap diutus. Tuhan memanggil Barnabas dan Saulus untuk tugas khusus. Mereka berangkat bukan karena ambisi pribadi, tetapi karena perintah ilahi. Yang menarik, keberangkatan mereka dilandasi doa dan puasa (Kis 13:3). Perutusan sejati selalu lahir dari pergumulan rohani, bukan rencana manusia semata.

Ketiga, tugas utusan menurut Matius 10:7-13 sangat konkret: pergi memberitakan Kerajaan Sorga, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan. Itu menunjukkan bahwa pewartaan Injil itu bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan nyata yang memulihkan.

Amanat Kristus

Yesus juga memerintahkan agar utusan tidak membawa emas, perak, atau bekal – sebuah pelajaran radikal tentang mengandalkan Tuhan yang sepenuhnya mencukupi.

Keempat, utusan membawa damai. Damai sejahtera menjadi ciri pewartaan Kristen. Ketika memasuki sebuah rumah, utusan mengucapkan salam damai. Jika diterima, damai itu tinggal; jika ditolak, damai itu kembali kepada sang utusan.

Ajaran Yesus menegaskan bahwa seorang utusan tidak memaksakan kehendak, melainkan menawarkan anugerah.

Diutus dalam semangat doa
Tugas seorang utusan tidak ringan: ia harus berkarakter seperti Barnabas, bersedia diutus dalam semangat doa, memberitakan dan menyembuhkan dalam ketergantungan penuh kepada Tuhan, serta menjadi pembawa damai. Tugas ini berlaku untuk setiap orang Kristen. Sudahkah kita hidup sebagai utusan Kristus di tempat kita masing-masing?

Kamis, 11 Juni 2026
Peringatan Wajib Santo Barnabas, Rasul
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.