Katolikana.com – Bacaan Matius 13:36-43 perumpamaan tentang lalang di antara gandum mengajarkan tentang kepastian pengadilan Tuhan.
Lalang adalah anak-anak si jahat, sedangkan gandum adalah anak-anak Kerajaan Allah. Tuhan membiarkan keduanya tumbuh bersama sampai waktu panen tiba.
Pada saat itu, malaikat akan memisahkan lalang dari gandum. Inilah gambaran tentang akhir zaman.
Ayat 41-43 sangat tegas dan sekaligus menghibur. Yesus berkata bahwa Anak Manusia akan mengutus para malaikat-Nya. Mereka akan mengumpulkan semua orang yang melakukan kejahatan dan semua penyebab dosa.
Semua akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan ada ratapan dan kertakan gigi. Ini adalah peringatan yang serius bagi setiap orang.
Tuhan tidak membiarkan lalang tumbuh selamanya.
Banyak orang bertanya mengapa kejahatan masih ada? Mereka bertanya mengapa orang jahat tampaknya bebas.
Perumpamaan ini menjawab pertanyaan itu. Tuhan memberi waktu untuk bertobat.
Ia sabar dan panjang sabar. Namun sabar-Nya tidak berarti Ia lupa. Hari pengadilan itu pasti tiba.
Pengadilan Tuhan itu adil dan sempurna. Tidak ada kejahatan yang luput dari mata-Nya. Tidak ada perbuatan baik yang sia-sia. Tuhan melihat semuanya. Ia mencatat setiap air mata. Ia mengetahui setiap perjuangan orang benar.
Pada waktu yang tepat, Ia akan bertindak. Kejahatan akan berakhir di tangan-Nya. Keadilan akan ditegakkan.
Sebaliknya, orang benar akan bercahaya seperti matahari. Mereka akan bersinar dalam Kerajaan Bapa mereka. Ini adalah janji yang indah.
Orang benar tidak akan binasa. Mereka akan hidup bersama Allah selama-lamanya. Mereka akan mengalami sukacita yang sempurna.
Mereka akan melihat wajah Tuhan. Inilah hidup kekal yang dijanjikan bagi semua yang percaya.
Ajaran ini sangat relevan bagi hidup kita saat ini.
Kita hidup di tengah dunia yang penuh kejahatan. Kita mungkin merasa lelah berbuat baik. Kita mungkin tergoda untuk meniru cara dunia. Namun renungan ini menguatkan kita.
Perbuatan baik kita tidak sia-sia. Tuhan melihat dan akan memberikan ganjaran. Kita tidak perlu iri pada orang jahat. Hari mereka akan tiba.
Kita juga dipanggil untuk introspeksi. Apakah kita termasuk gandum atau lalang? Apakah kita hidup dalam kebenaran atau dalam dosa?
Tidak ada jalan tengah. Kita mesti memilih dengan sadar. Kita perlu segera bertobat dari kejahatan dan berusaha menjadi terang di dunia; menabur kebaikan setiap hari.
Pengadilan Tuhan pasti datang. Itu bukan saat yang menakutkan bagi orang benar. Itu adalah hari pembebasan dan kemuliaan.
Kita akan bersama Bapa selamanya. Tetaplah setia sampai akhir. Karena janji Tuhan tidak pernah gagal.
Selasa, 28 Juli 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.