KAPal Youth Day 2026 Diikuti 1.200 OMK Se-Keuskupan Agung Palembang Siap ‘Garang’ di Baturaja

0 167

BATURAJA, KATOLIKANA.COM – Kerinduan mendalam Orang Muda Katolik (OMK) se-Keuskupan Agung Palembang (KAPal) untuk kembali berjumpa dalam sebuah perhelatan akbar akhirnya terwujud. Mulai hari ini, Selasa hingga Jumat, 7–10 Juli 2026, sebanyak 1.200-an  peserta dan panitia dari berbagai paroki, kuasi paroki, unit pastoral, dan pos pelayanan di wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu berkumpul dalam acara KAPal Youth Day (KYD) 2026.

Pertemuan akbar yang menjadi oase spiritual kaum muda ini diselenggarakan di Stasi Keluarga Kudus Tegalsari, Paroki St. Petrus dan Paulus, Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan. Pada pembukaan diawali dengan misa Kudus yang dipimpin oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono Uskup Keuskupan Agung Palembang dengan lebih dari 70 pastor konselebran.

Momentum Kebangkitan Pasca-Pandemi dan IYD

Pelaksanaan KYD 2026 menjadi catatan sejarah tersendiri karena menandai kebangkitan kembali gerakan kaum muda di KAPal setelah absen selama sepuluh tahun. KYD terakhir kali digelar pada tahun 2016. Sedianya kegiatan ini dilaksanakan pada 2020, namun harus tertunda karena adanya agenda Sumatra Youth Day serta hantaman pandemi Covid-19. Rencana tersebut kembali bergeser pada tahun 2023 karena Keuskupan Agung Palembang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Indonesian Youth Day (IYD) ke-3.

Tahun 2026 ini, Komisi Kepemudaan KAPal secara resmi menghidupkan kembali nyala api KYD dengan mengusung tema yang kontekstual dan menantang: “OMK Garang: Kuat dalam Iman, Terang bagi Dunia”.

Menjadi ‘Garam dan Terang’ di Ruang Publik

Kata “Garang” di sini bukan berarti beringas, melainkan sebuah akronim sekaligus simbol teologis dari Garam dan Terang. Tema ini terinspirasi dari ayat emas Yohanes 16:33 (“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”) serta selaras dengan menyongsong World Youth Day (WYD) Seoul 2027.

“Kata ‘Garang’ dimaknai sebagai simbol keberanian, keteguhan hati, serta semangat juang OMK dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Kami ingin menegaskan bahwa iman yang kuat harus melahirkan aksi nyata yang membawa terang Kristus ke tengah dunia,” ungkap panitia penyelenggara.

Para imam di berbagai paroki dan peserta KAPal Youth Day 2026 di Tegal Arum Baturaja, Sumatera Selatan. Foto: Daris/Katolikana.com

 

Menjawab Tantangan Zaman: Dari Pastoral Digital hingga Isu TPPO

Gereja Katolik senantiasa memandang kaum muda bukan hanya sebagai masa depan, melainkan sebagai “The Now of God” masa kini Gereja, sebagaimana diserukan Paus Fransiskus dalam Eksortasi Apostolik Christus Vivit. Namun, realitas hari ini menghadapkan OMK pada tantangan yang tidak mudah: derasnya arus digital, rapuhnya nilai relasi keluarga, minimnya kaderisasi kepemimpinan di ruang publik, hingga ancaman sosial yang nyata seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Guna menjawab persoalan tersebut, selama empat hari ke depan, peserta KYD 2026 tidak hanya diajak bereksplorasi dalam ruang batin melalui Perayaan Ekaristi, Doa, Devosi, serta sharing iman, tetapi juga dibekali lewat rangkaian seminar dan diskusi kelompok yang taktis.

Secara khusus, KYD 2026 menyasar lima pilar pembinaan pastoral:

  1. Kaderisasi Kepemimpinan: Menyiapkan OMK agar berani terlibat aktif baik dalam kehidupan menggereja maupun di ruang pelayanan publik.
  2. Pencegahan TPPO: Membuka mata kaum muda terhadap bahaya perdagangan orang dan cara memutus mata rantainya.
  3. Pastoral Digital: Melatih OMK memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana dan kreatif demi pewartaan Injil yang kontekstual.
  4. Spiritualitas Berakar: Menumbuhkan kembali kecintaan mendalam pada tradisi doa dan devosi Gereja.
  5. Sakralitas Keluarga: Memberikan pemahaman komprehensif mengenai nilai relasi dan keluarga Katolik di era modern.
Suasana pembukaan KAPal Youth Day

Melalui KYD 2026 di Baturaja ini, OMK se-Keuskupan Agung Palembang diharapkan pulang ke komunitasnya masing-masing dengan identitas yang kokoh: sebagai murid-murid Kristus yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa pengharapan bagi Gereja dan masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.