Katolikana.com – Allah adalah penguasa mutlak atas kehidupan dan kematian. Tidak ada satu kuasa pun di bumi atau di langit yang dapat melampaui otoritas-Nya.
Dialah yang memberikan napas hidup dan Dialah yang menentukan akhir dari setiap perjalanan manusia.
Kesadaran memahami ajaran
Kesadaran akan hal ini menjadi dasar bagi kita untuk memahami ajaran Yesus tentang arti hidup yang sesungguhnya.
Dalam Injil Matius 16:24-28, Yesus berbicara dengan terus terang kepada murid-murid-Nya. Ia tidak menjanjikan kemudahan atau kemewahan duniawi. Sebaliknya, Ia mengajarkan bahwa untuk mengikuti-Nya, seseorang mesti rela melepaskan keinginan diri sendiri.
Ajaran ini bertolak belakang dengan logika dunia yang selalu mengejar kepuasan pribadi.
Yesus dengan tegas berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya.” Menyangkal diri berarti mengakui bahwa kehendak kita tidak selalu benar.
Langkah pertama
Kita harus meletakkan ambisi, ego, dan rencana kita sendiri di bawah kaki Kristus. Ini adalah langkah pertama menuju kehidupan sejati, yaitu melepaskan takhta hati dari genggaman kita.
Langkah kedua
Langkah kedua adalah memanggul salib. Salib bukan sekadar simbol, tetapi alat kematian. Memanggul salib berarti kesediaan untuk mati terhadap dosa dan kedagingan setiap hari. Ini adalah keputusan untuk tidak kembali ke kehidupan lama yang penuh dengan keegoisan.
Salib mengingatkan kita bahwa mengikut Yesus memiliki konsekuensi, tetapi di dalamnya terkandung kemuliaan.
Langkah ketiga
Kemudian, Yesus mengajak kita untuk mengikuti Dia. Bukan mengikuti aturan atau ritual, melainkan mengikuti teladan hidup-Nya yang taat sempurna kepada Bapa.
Yesus tidak pernah mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri. Ia datang untuk melayani dan memberi nyawa-Nya sebagai tebusan. Inilah jalan yang harus kita tempuh setiap hari.
Yesus lalu mengajukan pertanyaan yang menggugah: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”
Dunia menawarkan kekayaan, kuasa, dan kehormatan, namun semua itu tidak kekal.
Kesalahan menukar jiwa
Jika kita mengejar semuanya dengan mengabaikan Allah, kita justru kehilangan hidup yang kekal. Kebodohan terbesar adalah menukar jiwa yang abadi dengan kesenangan yang fana.
Sebaliknya, Yesus memperingatkan bahwa mereka yang berusaha menyelamatkan hidupnya dengan jalannya sendiri justru akan kehilangan hidup itu.
Mereka yang berpikir bisa menemukan kepuasan di luar Kristus akan berakhir dalam kekecewaan dan kematian kekal.
Hanya dengan kehilangan nyawa karena Kristus, kita menemukannya kembali dalam kemuliaan-Nya.
Akan datang kemuliaan
Pada akhirnya, Yesus menegaskan bahwa Ia akan datang dalam kemuliaan Bapa untuk membalas setiap perbuatan. Saat itu, hidup dan mati akan mendapat keadilan sempurna. Karena itu, marilah kita menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti Dia. Sebab di dalam Yesus sajalah terdapat kehidupan yang tidak pernah binasa.
Jumat, 7 Agustus 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.